counter

LPOI imbau masyarakat tak turun ke jalan 22 Mei

Tingkat partisipasi Pemilu 2019 tertinggi setelah reformasi
Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj menyampaikan sambutan dan sikap organisasi itu terkait rencana aksi massa 22 Mei saat syukuran Harlah Ke-7 LPOI di Jakarta, Senin (20/5/2015). (Sigit Pinardi)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengimbau masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak turun ke jalan berdemonstrasi pada 22 Mei saat KPU mengumumkan hasil Pemilu dan Pilpres 2019.

"Tidak ada gunanya, di bulan puasa sebaiknya kita isi dengan ibadah," kata Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj saat syukuran Harlah Ke-7 LPOI di Jakarta, Senin.

Kalaupun ada yang bersikukuh turun ke jalan, Said Aqil mengimbau agar mereka tidak bertindak melebih batas dan tetap mematuhi aturan.

"Silakan tapi jangan kebablasan, jangan inkonstitusional," ujarnya.

Said Aqil berharap 13 ormas Islam anggota LPOI dapat mengendalikan warganya untuk tidak ikut turun berdemonstrasi pada 22 Mei nanti.

"Masing-masing ormas mari kendalikan umat masing-masing," kata Said Aqil.

Said Aqil yang juga Ketua Umum PBNU itu pun memastikan NU segenap tingkatan beserta badan otonomnya pun akan mengendalikan warga NU agar tak ikut-ikutan berunjuk rasa.

Bahkan, ia mempersilakan aparat keamanan bila hendak melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam tugas pengamanan pada 22 Mei.

"Tinggal hubungi Yaqut (Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Red)," kata Said Aqil.

Said Aqil berkeyakinan sebagian besar masyarakat akan menerima hasil pemilu dan pilpres yang diumumkan KPU.

"Hanya sebagian kecil yang belum terima kenyataan, gak masalah," kata Said Aqil.

KPU tetapkan Capres - Cawapres terpilih pada 30 Juni

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2019
MK nilai UU Pemilu sudah beri kepastian hukum Sebelumnya

MK nilai UU Pemilu sudah beri kepastian hukum

49 anggota DPRD Tulungagung resmi dilantik Selanjutnya

49 anggota DPRD Tulungagung resmi dilantik