RS Jiwa HB Saanin Padang siap layani caleg alami gangguan jiwa

BSSN tangani 28,8 juta serangan server KPU
RS Jiwa HB Saanin Padang, Sumbar (Foto: Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)
..ada beberapa tingkatan kategori orang yang mengalami gangguan jiwa.
Padang, (ANTARA) - Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang, Sumatera Barat, siap melayani calon anggota legislatif yang mengalami gangguan kejiwaan untuk ditangani dengan baik.

"Kami memiliki 314 kamar untuk rawat inap serta ada 10 tim dokter meliputi psikiater dan psikolog yang siap membantu," kata Direktur RS Jiwa HB Saanin Padang drg Ernoviana, di Padang, Kamis, menanggapi kemungkinan ada calon anggota legislatif yang gagal terpilih seusai Pemilu 17 April 2019.

Menurut dia, saat ini dari 314 kamar yang tersedia hanya 176 yang terisi atau masih ada 138 kamar lagi yang kosong.

Baca juga: Caleg gagal jangan sampai ke RS Jiwa

Ia menyampaikan sebenarnya ada beberapa tingkatan kategori orang yang mengalami gangguan jiwa.

"Yang paling ringan adalah mengalami penyimpangan, misalnya ketika seseorang kerap bermenung maka tidak ada salahnya untuk dibawa berkonsultasi," ujar dia.

Dia mengatakan gangguan jiwa merupakan penyakit yang bisa diobati dan disembuhkan.

Akan tetapi ia mengakui masih tertanam pandangan di masyarakat yang malu membawa anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa untuk diobati dan ditangani dengan tepat.

Sebelumnya, pada pelaksaan hari pencoblosan Pemilu 2019 satu orang pasien dengan gangguan jiwa juga ikut menyalurkan hak pilih di RS Jiwa HB Saanin Padang.

Awalnya ada lima orang yang layak untuk mencoblos, namun pulang sebelum hari H sehingga tinggal satu orang, ujarnya.

Satu orang pasien tersebut melakukan pencoblosan di RS Jiwa HB Saanin didatangi oleh petugas KPPS karena tidak memungkinkan untuk keluar dari area rumah sakit.

 
Pewarta:
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2019
Jokowi unggul di Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania Sebelumnya

Jokowi unggul di Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania

Bawaslu tidak pernah terima laporan keberpihakan intelijen dan polisi Selanjutnya

Bawaslu tidak pernah terima laporan keberpihakan intelijen dan polisi