78,1 persen masyarakat mengetahui Pemilu 2019

TKN Jokowi-Maruf teruskan iklan sosialisasi nomor rekening
Populi Center merilis hasil survei nasional Oktober 2018 di Jakarta, Rabu. (24/10/2018). (ANTARA News/M Arief Iskandar)
Jakarta (ANTARA News) - Survei Populi Center yang mendapati 78,1 persen masyarakat mengetahui adanya pemilu serentak yang digelar pada 17 April 2019.

Persentase itu meningkat bila dibandingkan survei pada Agustus 2018 sebesar 74,2 persen.

Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi 23 September hingga 1 Oktober 2018, melibatkan 1.470 responden dengan proporsi gender, laki-laki dan perempuan masing-masing 50 persen dan margin of error 2,53 persen.

Hasil survei disampikan peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di Jakarta, Rabu.

Persentase masyarakat yang akan menggunakan hak pilih (mencoblos) berdasarkan survei tersebut mencapai 95,6 persen, hanya 1,6 persen yang menyatakan tidak menggunakan hak pilih dan 2,8 persen tidak menjawab.

"Hal ini menunjukan bahwa antusiasme dan tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih pada pemilu 2019 sangat tinggi," kata Dimas.

Sementara itu, tingkat popularitas para calon presiden juga telah di atas 90 persen. Popularitas Joko Widodo (Jokowi) pada survei kali ini 98,2 persen, sementara Prabowo Subianto 95,6 persen.

Sedangkan tingkat popularitas para calon wakil presiden juga telah di atas 80 persen. Popularitas KH Ma'ruf Amin pada Oktober 2018 ini mencapai 82,3 persen, naik dibanding Agustus 2018 yang sebesar 74,7 persen.

Begitu pula popularitas Sandiaga Uno, naik menjadi 84,2 persen dibandingkan Agustus 2018 sebesar 77,3 persen.

Baca juga: Ini hasil survei tentang Jokowi dan Prabowo
Baca juga: Sandiaga mengklaim elektabilitasnya mengejar Jokowi-Ma'ruf
Baca juga: Survei Populi Center: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi naik tipis
Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2018
Survei: Pemilih PPP, Golkar dan Demokrat belum solid dukung capres Sebelumnya

Survei: Pemilih PPP, Golkar dan Demokrat belum solid dukung capres

Generasi milenial dalam integritas politik bangsa Selanjutnya

Generasi milenial dalam integritas politik bangsa