Peneliti: generasi milenial mainkan politik pasif

Komnas HAM nilai debat cawapres masih Jakarta sentris
Peneliti politik The Indonesian Institute Fadel Basrianto (Istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Peneliti politik The Indonesian Institute Fadel Basrianto mengatakan generasi milenial saat ini tengah memainkan politik pasif, sebagai upaya menekan partai politik dan pasangan capres memberikan pendidikan politik substansial dalam pemilu. 

"Kalangan milenial menunjukkan bahwa mereka sedang memainkan politik kepasifan," kata Fadel di Jakarta, Senin.

Pernyataan Fadel menanggapi adanya sekelompok kalangan milenial yang mengancam akan golput atau tidak memilih di Pilpres 2019. 

Menurut Fadel, ancaman golput itu secara tidak langsung untuk mendesak partai politik dan kedua pasangan capres memberikan pendidikan politik dengan baik. 

"Ini merupakan cara berpolitik yang tidak sekedar kepada siapa pilihan dijatuhkan, namun sebelum nantinya akan memilih, mereka mengajukan syarat-syarat terlebih dahulu yang harus dipenuhi oleh kandidat pilpres maupun partai peserta Pemilu 2019, yakni memberikan pendidikan politik," kata Fadel. 

Menurutnya, cara ini tidak akan banyak membuat perubahan, namun dapat menjadi signifikan jika diikuti seluruh kalangan milenial, mengingat jumlah pemilih milenial dalam Pemilu 2019 sekitar 40 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Politik kepasifan inilah yang nantinya dapat menjadi kejutan kepada para kandidat dan partai politik yang menghiraukan mereka. Di sisi lain, bagi partai politik maupun kandidat yang berhasil membaca orientasi politik milenial semacam ini akan berpotensi mendapatkan limpahan suara dari generasi milenial," ujar dia. 
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019
Napi Maluku Utara dilarang coblos di luar rutan Sebelumnya

Napi Maluku Utara dilarang coblos di luar rutan

DPR-KPU-Bawaslu sepakati pemilik KPT-el-Suket dapat gunakan hak pilih Selanjutnya

DPR-KPU-Bawaslu sepakati pemilik KPT-el-Suket dapat gunakan hak pilih