counter

Relawan Kemenangan Desa sambut Pilpres dengan ceria

DKPP rehabilitasi ketua KPU - Bawaslu terkait Bupati Mandailing Natal
Arsip: Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan pernah bubar di depan ribuan massa yang tergabung dalam kelompok alumni mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang mendeklarasikan dukungannya terhadap dirinya yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2019-2024 di Plaza Tenggara Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (12/1/2019). (Foto istimewa)
Garut (ANTARA News) - Ribuan warga pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin yang tergabung dalam Relawan Kemenangan Desa se-Jawa Barat selatan menyambut pelaksanaan pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan ceria.

Mereka menyambutnya dengan menggelar berbagai kegiatan hiburan tradisional yang diselenggarakan di kaki Gunung Mandalawangi, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.

Koordinator Relawan Kemenangan (Rekan) Desa Jabar selatan, Hamzah Fauzi Nur Amin menyatakan pihaknya siap memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin pada Pemilu 2019 dengan cara jujur, ceria, damai dan bahagia.

"Selain menang, kami ingin menyambut pemilu ini dengan ceria, bahagia, dan suka cita tanpa harus saling menjelekan," kata Hamzah.

Ia menuturkan, para sukarelawan itu mendeklarasikan dukungan untuk bersama-sama memenangkan Calon Presiden petahana Joko Widodo-Ma`ruf Amin pada Pemilu 2019 dengan damai dan aman.

Deklarasi dengan menyelenggarakan kegiatan hiburan tradisional itu merupakan inisiatif masyarakat sekaligus mengungkapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo bersama wakilnya Jusuf Kalla yang telah membangun Indonesia.

"Masyarakat berterima kasih atas capaian pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia, terutama di desa," katanya.

Kegiatan deklarasi masyarakat desa itu diselenggarakan di Danau Situ Kole atau sekitar kaki Gunung Mandalawangi, Desa Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Garut.

Massa yang tampak ceria itu mengikuti berbagai permainan seperti lintas air, panjat pinang, gebuk bantal, tangkap ikan di sungai, lomba menggambar tentang lingkungan, dan penanaman tanaman produktif seperti mangga, kelapa, dan kopi.

Selain itu, sejumlah masyarakat menyediakan berbagai jenis makanan trradisional seperti kacang-kacangan, singkong, ubi rebus, dan makanan lainnya secara sukarela untuk mensukseskan acara deklarasi tersebut.

"Ada juga masyarakat yang suka sama sosok Pak Jokowi sampai sumbang domba buat lomba," katanya.

Ia berharap adanya dukungan dari masyarakat desa itu menambah semangat bagi pasangan Jokowi-Maruf Amin dalam memimpin Indonesia lebih maju untuk lima tahun ke depan.

"Mudah-mudahan dukungan besar ini menjadi motivasi pasangan Pak Jokowi dan Ma`ruf Amin," katanya.

Tokoh masyarakat Desa Mandalasari, Kadungora, Nandar Sunarya mengatakan, kegiatan deklarasi tersebut merupakan kepeduliaan masyarakat terhadap bangsa yang diselenggarakannya secara sederhana, tidak di gedung atau hotel berbintang.

Ia menyatakan, sejak pemerintahan Joko Widodo, pembangunan di desa berkembang cepat, salah satunya jalan desa dibeton, termasuk masyarakat desa merasakan manfaat adanya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan BPJS.

"Masyarakat pun merasakan dampak pembangunan yang telah dilakukan Jokowi-JK," katanya.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres, yaitu nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02  Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Relawan Bogor berikrar menangkan Jokowi-Ma'ruf
Baca juga: GWJokowi Paris minta agar pemilih lebih cerdas
Baca juga: Relawan targetkan Jokowi-Ma'ruf menang 100 persen di Taiwan


 

MPR usulkan pelantikan presiden pukul 14.00 WIB

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
Untung-rugi isu pemberantasan terorisme bagi Jokowi dalam debat capres Sebelumnya

Untung-rugi isu pemberantasan terorisme bagi Jokowi dalam debat capres

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta Selanjutnya

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta