Menhan minta alumni SMA Taruna Nusantara laksanakan bela negara

Gubernur Khofifah imbau masyarakat Jatim tidak ke Jakarta
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (dua dari kiri) usai menghadiri upacara Prasetia Alumni dan Penutupan Pendidikan Siswa Kelas XII Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara Magelang Tahun Pendidikan 2016-2019. (HeruSuyitno)
Kalau kalian tidak melaksanakan bela negara dan tidak membela Pancasila serta UUD 1945 maka kalian telah menjadi pengkhianat kepada bangsa ini."
Magelang (ANTARA) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta para alumni SMA Taruna Nusantara Magelang melaksanakan bela negara dan membela Pancasila serta UUD 1945.

"Kalau kalian tidak melaksanakan bela negara dan tidak membela Pancasila serta UUD 1945 maka kalian telah menjadi pengkhianat kepada bangsa ini," katanya di Magelang, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam amanat upacara Prasetia Alumni dan Penutupan Pendidikan Siswa Kelas XII Angkatan 27 SMA Taruna Nusantara Magelang Tahun Pendidikan 2016-2019.

Ia mengatakan SMA TN merupakan awal dan titik dari rangkaian proses panjang pembentukan jati diri generasi muda Indonesia yang sesungguhnya.

"Kalian adalah putra putri terbaik bangsa yang telah dididik dan dipersiapkan secara sistematis dan terarah untuk menjadi calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang," katanya.

Ia mengatakan jadilah generasi muda Indonesia yang maju dan berkarakter, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta teruslah berkarya.

Selain itu juga harus memiliki kekuatan integritas kepribadian yang Pancasilais, mental yang kokoh, ulet, tegar dan pantang menyerah untuk berjuang demi kemajuan bangsa dan negara.

Menurut dia alumni SMA Taruna Nusantara merupakan generasi muda Indonesia keturunan pejuang dan patriot-patriot bangsa Indonesia. Selain itu, juga sebagai pewaris utama kemurnian nilai-nilai Pancasila.

"Kalian harus menyadari fungsinya sebagai generasi penerus yang berkewajiban untuk melanjutkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila," katanya.

Ia menuturkan di tangan para pemuda diteruskan tongkat estafet yang berisi amanah untuk mempertahankan tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Pengasuh pondok pesantren di Banjarnegara tolak "people power" Sebelumnya

Pengasuh pondok pesantren di Banjarnegara tolak "people power"

BPN: Ucapan Prabowo sebagai calon presiden tidak dapat dipidanakan Selanjutnya

BPN: Ucapan Prabowo sebagai calon presiden tidak dapat dipidanakan