counter

BPN nilai sistem pemilu 2019 jelek

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso berorasi di hadapan para pendukung Prabowo-Sandi. (Antara/Muhammad Zulfikar)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso menilai penyelenggaraan Pemilu 2019 merupakan paling jelek karena banyak memakan korban.

"Ya itu sistem pemilu yang paling jelek itu," kata dia pada acara syukuran dan konsolidasi pengawalan dan pengamanan kemenangan Prabowo-Sandi di Pedepokan Silat TMII, Jakarta Timur, Senin.

Menurut dia, penyelenggaraan pemilu ke depannya perlu dilakukan evaluasi agar tidak menimbulkan masalah serta jatuhnya korban jiwa.

Oleh karena itu, mantan Panglima TNI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menyarankan para pakar dan pihak terkait segera menanggapinya.

Hal itu disampaikannya karena banyaknya para petugas atau penyelenggara pemilu di lapangan jatuh sakit hingga meninggal dunia dalam menjalankan tugas.

Berdasarkan data KPU, Selasa sore (23/04), jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia pada saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tercatat sebanyak 119 orang dan 548 petugas lainnya menderita sakit.

Baca juga: Cendekiawan: penyelenggaraan pemilu harus lebih terkelola dengan baik

Baca juga: Ganjar usul pemilu tidak dilaksanakan secara serentak

KPK cecar 24 pertanyaan ke Sekjen PDIP

Pewarta:
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019
Suara PKB buntuti PDIP di Taiwan Sebelumnya

Suara PKB buntuti PDIP di Taiwan

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai