Ketua LAM: Tetap jaga kesatuan dan persatuan usai Pemilu

KPU siap hadapi 326 gugatan pemilu
Suasana Pemilu di suatu TPS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (17/4). (ANTARA/Ogen)
Tanjungpinang, Kepulauan Riau (ANTARA) - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau, Abdul Razak, mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga kesatuan dan persatuan pasca Pemilu 17 April 2019.

Menurut Razak, segala bentuk perbedaan maupun kesalahpahaman yang muncul di tengah-tengah masyarakat sebelum masa Pemilu kini sudah harus dihilangkan.

"Sudah saatnya kita kembali menjadi satu kesatuan masyarakat," ucapnya di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (18/4).

Razak juga mengimbau supaya masyarakat tetap tenang menunggu semua hasil penghitungan resmi Pemilu 2019.

Harapannya para pendukung kontestan di Pemilu 2019 tetap memunggu pengumuman resmi yang disampaikan oleh KPU. Meski sejumlah lembaga survei dan hasil hitung cepat sudah merilis hasil hitung cepat mereka.

"Jangan gara-gara hasil hitung cepat, warga tersulut emosional. Kita tetap harus berpatokan dengan penghitungan KPU," katanya. 

Ia turut meminta masyarakat bersama-sama dengan pihak berwenang lainnya dapat mengawal semua tahapan rekapitulasi penghitungan surat suara, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, serta provinsi.

Ia juga mengharapkan penyelenggara Pemilu tetap mengedepankan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil hingga seluruh tahapan selesai dilaksanakan.

"Bagi peserta Pemilu yang menang nantinya, itu merupakan amanah. Sementara yang kalah, harus tetap legowo dan bersabar," katanya.

Gugatan ke MK merupakan tuntutan masyarakat

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019
KPU Ambon telat kirim formulir C1, penghitungan suara molor Sebelumnya

KPU Ambon telat kirim formulir C1, penghitungan suara molor

Deddy Sitorus berjanji siap berjuang demi Kaltara Selanjutnya

Deddy Sitorus berjanji siap berjuang demi Kaltara