Jokowi pakai baju putih berangkat dari Istana Bogor ke TPS

Habibie: hindari tindakan yang mempertajam polarisasi dan perpecahan
Jokowi pakai baju putih berangkat dari Istana Bogor ke TPS (Biro Pers Setneg)
Keduanya menyalurkan hak pilihnya di TP 08 yang berada di kompleks Lembaga Administrasi Negara Jl. Veteran No 10. RT 05/RW 02, Kelurahan Gambir. Kec Gambir, Jakarta Pusat, sekira pukul 11.00 WIB.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo dengan mengenakan baju atau kemeja putih dan bawahan hitam berangkat dari Istana Kepresidenan Bogor untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS 08 Kelurahan Gambir, Kecamatan Menteng Jakarta Pusat yang berlokasi di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo keluar dari kediamannya di Wisma Banyurini, Istana Kepresidenan Bogor, Rabu sekitar pukul 09.30 WIB. Ibu Negara juga mengenakan kemeja warna putih dengan bawahan berwarna hitam.

Jokowi tampak memberikan lembaran kertas kepada ajudannya sebelum masuk ke dalam mobil. Jokowi dan Iriana kemudian masuk ke dalam mobil Toyota Alpard dengan nomor polisi B 2541 TOI untuk menuju TPS.

Keduanya menyalurkan hak pilihnya di TP 08 yang berada di kompleks Lembaga Administrasi Negara Jl. Veteran No 10. RT 05/RW 02, Kelurahan Gambir. Kec Gambir, Jakarta Pusat, sekira pukul 11.00 WIB.

Jokowi dan Iriana tiba di TPS lebih awal beberapa menit dari yang dijadwalkan. Di TPS 008 Gambir itu tercatat Jokowi dan Iriana Joko Widodo terdaftar di nomor urut 154 dan 155 daftar DPT.

TPS 008 mewadahi 198 pemilih yang terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT), dan 22 pemilih yang terdaftar di daftar pemilih tetap tambahan (DPTB).

Baca juga: Ma'ruf: Pemilu 2019 pencoblosan paling nikmat

Baca juga: JK berikan hak suara bersama keluarga
Pewarta:
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2019
Menkominfo apresiasi korban hoaks yang mampu menahan diri Sebelumnya

Menkominfo apresiasi korban hoaks yang mampu menahan diri

Polres Lumajang cegah pergerakan massa aksi "people power" Selanjutnya

Polres Lumajang cegah pergerakan massa aksi "people power"