counter

Presiden ingatkan pemimpin jaga kedamaian menjelang pemilu

Pemkab Batang tutup wisata yang tidak terapkan protokol kesehatan
Presiden Jokowi usai menutup Rapimnas 2018 Kadin Indonesia di Surakarta Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018). Foto ANTARA News (Agus Salim)
Setiap saya berkomunikasi dengan masyarakat, ke daerah, ke kampung, desa saya sampaikan jangan sampai karena pilihan bupati, pemilihan wali kota, gubernur, presiden berbeda pilihan, gak sapa antartetangga, antardesa, antarmajlis taklim, itu kesalahan
Surakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengingatkan para pemimpin di daerah untuk menjaga kedamaian menjelang pemilihan umum yang berlangsung setiap lima tahun. 

"Ini tugas pemimpin-pemimpin di daerah dan semuanya untuk mengingatkan bahwa setiap 5 tahun sekali pasti ada pesta demokrasi," kata Presiden Jokowi usai menutup Rapat Pimpinan Nasional 2018 Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Surakarta, Rabu. 

Kepala Negara menyebutkan pemilihan umum itu baik pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur maupun pemilihan presiden. 

Presiden Jokowi mengatakan hal itu menanggapi adanya kasus terbunuhnya seseorang diduga akibat berbeda pilihan politik. 

"Setiap saya berkomunikasi dengan masyarakat, ke daerah, ke kampung, desa saya sampaikan jangan sampai karena pilihan bupati, pemilihan wali kota, gubernur, presiden berbeda pilihan, gak sapa antartetangga, antardesa, antarmajlis taklim, itu kesalahan besar," katanya. 

Ia sudah menyampaikan berkali-kali bahwa tidak saling sapa saja tidak bener, apalagi sampai membunuh yang merupakan kekeliruan besar.

"Ini  tugas pemimpin pemimpin di daerah dan semuanya untuk mengingatkan bahwa setiap 5 tahun sekali pasti ada pesta demokrasi, baik pemilihan bupati, gubernur, presiden, ini akan ada terus," kata Presiden. 

Sebelumnya Subaidi, warga Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur meninggal setelah timah panas menembus dadanya dari senjata api rakitan milik Idris pada Rabu (21/11) di Kecamatan Sokobonah, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Kasus Subaidi yang tertembak mati itu diduga bermula dari cekcok akibat perbedaan dukungan calon presiden atau capres di media sosial.

Nahas itu datang saat Subaidi berpapasan dengan Id yang sama-sama mengendarai motor.

"Setelah tersangka diperiksa, benar motif penembakan itu setelah cecok di sosial media," kata Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung.

Frans mengatakan Subaidi sengaja menabrakkan motornya ke motor Id hingga terjatuh. Lalu, Subaidi menodongkan pisau ke arah Idris.

Namun Subaidi tiba-tiba terpeleset. Melihat kesempatan itu, Id mengeluarkan senjata api dari kantongnya, lalu menembakkan pistol itu ke dada kiri Subaidi.
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018
Jokowi mulai melawan hoaks dan fitnah Sebelumnya

Jokowi mulai melawan hoaks dan fitnah

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024 Selanjutnya

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024