pemilu.antaranews.com
HITUNG CEPAT
PEMILU PRESIDEN 2024
25.55%
57.81%
16.62%
25.34%
58.08%
16.58%
25.06%
59.08%
15.86%
24.77%
59.19%
16.04%

Ketua KPPS 70 Rawabadak Utara meninggal dunia saat bertugas

Rutan Salemba sudah terima logistik Pemilu 2024
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan melayat ke rumah duka Ketua KPPS TPS 70 Rawabadak Utara, Jakarta Utara, Kamis (15/2/2024). ANTARA/Mario Sofia Nasution/am.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara Nomor 70 Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Iyos Rusli tiba-tiba merasa sakit saat melakukan penghitungan suara, kemudian meninggal dunia pada Rabu (14/2) malam.

"Iya kami tadi sudah melayat ke rumah duka," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan dari Polsek Koja, Iyos Rusli (50) meninggal saat melaksanakan tugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut. Saat membacakan dan menghitung surat suara, Iyos tiba-tiba merasakan tidak enak badan, lalu pamit pulang ke rumahnya.

Ia mengatakan, sesampai di rumahnya di Jalan Jalan Rawabinangun VIII Kelurahan Rawa Badak Utara Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Ketua KPPS itu langsung pingsan.

Kemudian Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Kelurahan Rawa Badak Utara, Aipda Sigit Kamseno memanggil dokter. "Setelah pengecekan, diketahui korban Iyos Rusli telah meninggal dunia," kata dia.

Menurut dokter di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. "Info yang telah didapatkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit diabetes," kata dia.
Baca juga: Kapolres: Hanya 17 TPS yang laksanakan pemilu lanjutan
Baca juga: KPU Jakarta Utara tarik seluruh logistik rusak akibat banjir
Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024
Kapolres: Hanya 17 TPS yang laksanakan pemilu lanjutan Sebelumnya

Kapolres: Hanya 17 TPS yang laksanakan pemilu lanjutan

KPU sebut dalil para pemohon dalam sidang PHPU Pilpres tidak terbukti Selanjutnya

KPU sebut dalil para pemohon dalam sidang PHPU Pilpres tidak terbukti