Ini dia temuan PKS Jakarta saat pleno rekapitulasi

Gubernur Khofifah imbau masyarakat Jatim tidak ke Jakarta
Sejumlah saksi partai politik, KPU Kota Jakarta Selatan, dan Bawaslu Provinsi berembuk untuk melakukan "cross check" data terkait dugaan selisih perolehan suara DPRD Provinsi dalam pleno rekapitulasi suara DKI Jakarta, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). (ANTARA News/Suwanti)
Jakarta (ANTARA) - Saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agung Setiarso, mengemukakan adanya selisih perolehan suara di daerah pemilihan (dapil) 7 Jakarta Selatan untuk DPRD Provinsi pada rapat pleno rekapitulasi suara DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat siang.

“Saya pikir sebelum ditetapkan kita tetap perlu menyesuaikan data dahulu karena memang cukup signifikan perbedaan datanya,” kata saksi PKS, Agung Setiarso, dalam pernyataan interupsi.

Usulan itu kemudian ditanggapi oleh pemimpin rapat dengan putusan skors sementara untuk memberikan waktu kepada KPU Kota Jakarta Selatan, Bawaslu Provinsi dan para saksi partai politik untuk melakukan "cross check" data.

Lebih lanjut Agung menyatakan perbedaan data antara formulir DB1 dan data internal partainya mulai dari tingkat kecamatan yang kemudian terakumulasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Dia menambahkan bahwa perbedaan data tersebut bukan hanya terdapat pada perolehan suara untuk PKS.

“Di setiap partai juga ada perbedaan, jadi yang besar, yang kecil, yang minus, yang plus, itu kan perbedaan,” ujar Agung.

Namun, ketika ditanya mengenai besaran selisih perolehan suara, Agung tidak menyebutkan secara rinci.

Proses mencocokkan data tersebut, kata Agung, sejauh ini dalam tahap untuk menentukan proses yang akan dilakukan untuk menemukan titik munculnya selisih suara sehingga bisa mengoreksi kemudian.

Sementara itu, Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos, menyatakan data yang dimiliki KPU sudah sinkron dan ditandatangani oleh sebagian besar partai peserta dan Bawaslu.

Namun, dia menambahkan, adanya permintaan untuk saling cek data (cross check) ini merupakan mekanisme yang wajar agar semua pihak menerima penetapan rekapitulasi tanpa ada ganjalan.

“Sekali lagi, agar lega, datanya mari kita cek sama-sama. Jadi tidak ada persoalan,” tutur Betty.

Baca juga: PKS DKI siap bersaing pada pemilu 2019

Baca juga: Warga DKI diharapkan berkontribusi positif pada Pemilu 2019


 


Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019
Situng Banten: Jokowi-Ma'ruf 38,38 persen, Prabowo-Sandi 61,62 persen Sebelumnya

Situng Banten: Jokowi-Ma'ruf 38,38 persen, Prabowo-Sandi 61,62 persen

Polres Kulon Progo pastikan tidak ada perayaan kemenangan Paslon 01 Selanjutnya

Polres Kulon Progo pastikan tidak ada perayaan kemenangan Paslon 01