Sudah delapan orang penyelenggara Pemilu di Riau meninggal

Gubernur Khofifah imbau masyarakat Jatim tidak ke Jakarta
Dokumentasi pemakaman seorang anggota KPPS yang meninggal. Foto menunjukkan yang terjadi pada mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang anggota KPPS Pemilu 2019, dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Pekanbaru (ANTARA) - KPU Riau menyatakan, jumlah penyelenggara Pemilu serentak 2019 di daerah itu yang meninggal dunia karena dipicu kelalahan dan beban kerja, bertambah menjadi delapan orang, selain ada puluhan lainnya yang sakit.

Anggota dan Koordinator Divisi SDM KPU Riau, Nugroho Susanto, dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Jumat, mengatakan, total ada 48 orang penyelenggara yang mengalami musibah. Rinciannya adalah delapan orang meninggal dunia, dan 40 orang sakit.

Data terbaru yang masuk ke KPU Riau adalah dua penyelenggara meninggal berlokasi di Kabupaten Siak. Satu orang di antaranya petugas Linmas bernama Lamhot Siringoringo umur 41 tahun dari TPS 01 Kelurahan Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang. Siringgoringo meninggal pada Selasa (23/4) dan jenazahnya dibawa ke kampung halamannya di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Seorang lagi bernama Navid yang merupakan Sekretaris Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit. Navid meninggal dunia Rabu (24/4) pada pukul 07.00 WIB, setelah sempat mengeluhkan rasa sakit kepada istrinya dan langsung dibawa ke Puskesmas setempat.

Dengan begitu, hingga 26 April ini, berdasarkan data KPU Riau, sebanyak delapan orang dari KPPS dan Linmas di Riau meninggal dunia karena dipicu kelelahan saat bertugas dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

Sebelumnya, sudah ada korban meninggal dunia bernama Amsar. Almarhum adalah seorang petugas Perlindungan Masyarakat  di TPS 06 Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan hulu. Amsar wafat pada tanggal 24 April 2019 jam 01.20 WIB pasca mengalami penurunan fungsi jantung semenjak tanggal 18 subuh pada saat perhitungan suara DPRD kabupaten

Kemudian ada dua orang yang meninggal adalah ketua KPPS di Kabupaten Bengkalis. Mereka bernama Yansen Andrys David, Ketua KPPS di TPS 5 Kelurahan Bengkalis Kota, dan Suratinizar Ketua KPPS di TPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan.

Kemudian, korban meninggal lainnya bernama Ema anggota KPPS di TPS 1 Desa Bedeng Sikuran Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, serta Faisal Ketua KPPS TPS 01 Desa Kumantan, Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Selain itu, ada Umar Banu, Ketua KPPS di TPS 16, Simpang Kanan Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019
Wiranto: Jangan saling salahkan terkait Hanura tidak lolos Sebelumnya

Wiranto: Jangan saling salahkan terkait Hanura tidak lolos

Polres Kulon Progo pastikan tidak ada perayaan kemenangan Paslon 01 Selanjutnya

Polres Kulon Progo pastikan tidak ada perayaan kemenangan Paslon 01