Lima petugas PPK Cipayung jatuh sakit

KPU tunjuk lima firma hukum hadapi gugatan PHPU
Dokumentasi anggota KPPS dirawat. Foto menunjukkan petugas KPPS itu, Wahyu Army, dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Singkil, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019) (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
... Hampir semuanya tidak fit karena tiga bulan di sini dan kurang tidur...
Jakarta (ANTARA) - Lima petugas Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) Cipayung, Jakarta Timur, jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit saat melakukan perhitungan suara.

"Ada lima yang sakit termasuk saya. Saya sendiri baru keluar dari rumah sakit," kata Ketua PPK Cipayung, Vrinaldy Wahyu, di Jakarta, Kamis.

Ia menduga petugas yang sakit itu karena kelelahan saat berkerja. Ia dirawat di rumah sakit pada hari kedua perhitungan suara dan keluar pada hari berikutnya karena harus menggantikan petugas PPK lain yang juga jatuh sakit.

Ia mengatakan, selain dia ada empat orang lagi yang dilarikan ke rumah sakit. Satu di antaranya terkena serangan jantung saat memasukkan surat suara ke kotak, namun sekarang sudah kembali beraktivitas.

"Hampir semuanya tidak fit karena tiga bulan di sini dan kurang tidur," katanya.

Ia mengatakan, sebaiknya ini menjadi perhatian pemerintah mengenai kondisi para petugas PPK yang tetap bekerja meski tidak mendapatkan tunjangan asuransi kesehatan.

Mereka berjuang di kecamatan masing-masing demi ikut menyukseskan Pemilu. PPK Cipayung terdiri dari empat kelas dengan jumlah TPS sebanyak 709. "Saat ini progres penghitungan suara di PPK Cipayung sudah mencapai 40 persen diharapkan perhitungan akan selesaikan sesuai target yaitu 18 hari ke depan," kata dia.

Tanggapan Presiden atas pernyataan BW soal rezim korup

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2019
Lemkapi: pergeseran Brimob untuk jamin keamanan setelah pemilu Sebelumnya

Lemkapi: pergeseran Brimob untuk jamin keamanan setelah pemilu

Luhut nilai langkah BPN ke MK sudah bagus Selanjutnya

Luhut nilai langkah BPN ke MK sudah bagus