Japnas imbau semua pihak jaga suasana tenang pascapemilu

Gubernur Khofifah imbau masyarakat Jatim tidak ke Jakarta
Ilustrasi hingga lima hari setelah pemilu 2019, petugas di masing-masing kecamatan masih melakukan penghitungan hasil rekapitulasi (Ahmad Fikri)
Ini membuat investor meragukan kemampuan SDM teknologi kita
Jakarta (ANTARA) - Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Widiyanto Saputro mengimbau semua pihak dapat menjaga suasana tenang pascapemilu, pada 17 April lalu, karena kegaduhan pascapemilu dapat berpengaruh pada perekonomian nasional.

"Pemungutan suara pemilu sudah selesai dan berjalan aman, tertib, dan lancar. Dunia usaha mengapresiasi penyelenggaraan pemilu," kata Widiyanto Saputro melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Widiyanto menjelaskan, dunia usaha memberikan sentimen positif pada pemilu.Salah satu indikatornya adalah, naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada perdagangan pertama setelah pemilu presiden sebesar 0,14 persen. "Namun, segera terkoreksi dengan penurunan 1,03 persen pada dua hari berikutnya, dan terus menurun hingga hari ini," katanya.

Trend IHSG pascapemilu 2019 ini, menurut dia, tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya, yakni pascapemilu 2004 naik hingga 44,6 persen, pascapemilu 2009 naik hingga 87,0 persen, serta pascapemilu 2014 naik hingga 22,3 persen.

Menurut Widiyanto, kegaduhan yang terjadi pascapemilu presiden 2019, telah menurunkan kepercayaan investor.

Ia menyayangkan klaim kemenangan dari kedua kubu, dan beredarnya berita-berita negatif terkait kecurangan di media sosial dan media arus utama sehingga memunculkan kegaduhan.

"Dunia usaha disuguhi tontonan kegaduhan yang juga belum mereda. Ini mengkhawatirkan dunia usaha," katanya.

Widiyanto mengingatkan, bagi Indonesia saat ini sudah saatnya memaksimalkan industri 4.0. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki beberapa "unicorn" dan banyak pekerja kelas menengah ke bawah seperti petani, nelayan, dan tukang ojek, siap menggunakan teknologi dan telepon pintar.

"Saat ini KPU RI sebagai lembaga negara penyenggara pemilu, dibiarkan terlihat tidak mampu menjalankan formulir digital yang dapat mencegah atau memverifikasi kesalahan penjumlahan. Ini membuat investor meragukan kemampuan SDM teknologi kita," katanya.

Widiyanto berharap, pemerintah dan para elite dapat segera meredakan ketegangan politik, merespon dengan dengan bijak isu negatif, mencegah konflik horizontal dan meyakinkan publik khususnya dunia usaha, bahwa semua akan berjalan sesuai koridor.

Baca juga: DPR ajak pemerintah dan KPU segera evaluasi Pemilu 2019
Baca juga: Pengamat sebut kesiapan penyelenggara pemilu belum seratus persen




 
Pewarta:
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019
Tiga personel Polda Kepri jatuh sakit saat Pemilu 2019 Sebelumnya

Tiga personel Polda Kepri jatuh sakit saat Pemilu 2019

Polres Kulon Progo pastikan tidak ada perayaan kemenangan Paslon 01 Selanjutnya

Polres Kulon Progo pastikan tidak ada perayaan kemenangan Paslon 01