Jokowi-Ma'ruf unggul tipis di TPS Mendagri

KPU siapkan strategi khusus hadapi sengketa pemilu
Petugas KPPS bersama dengan Panwas dan saksi-saksi melakukan penghitungan suara calon presiden dan wakil presiden di TPS 072, Dukuh Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). (Dea N Zhafira)
Pasangan nomor urut 01 unggul dengan 93 suara, sedangkan pasangan nomor urut 02 memperoleh 78 suara
Jakarta (ANTARA) - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul tipis sebanyak 15 suara dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi di TPS 072 Kel. Dukuh Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, yang merupakan tempat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyalurkan hak pilihnya.

"Pasangan nomor urut 01 unggul dengan 93 suara, sedangkan pasangan nomor urut 02 memperoleh 78 suara," ujar Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 072, Surato, Rabu sore.

Total suara yang terkumpul mencapai 174 suara, dengan 3 surat suara tidak sah. Daftar pemilih tetap (DPT) yang menyalurkan suara sebanyak 174 dari 204 DPT.

Proses penghitungan suara di TPS ini mengalami sedikit kendala, di mana adanya ketidaksesuaian antara jumlah pemilih ketika direkapitulasi di form C1 plano.

"Tadi sempat ada selisih dua atau tiga suara, namun sudah dapat diatasi ketika kami melakukan penghitungan ulang surat suara dengan daftar hadir pemilih," jelas Surato.

Dari hasil penghitungan suara, pasangan calon Jokowi-Ma'ruf meraih 93 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi meraih 78 suara. Selain itu, terdapat pula tiga suara tidak sah, satu karena tercoblos di luar dari ketentuan.

Penghitungan suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden di TPS ini dimulai pukul 13.30WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

Aksi dukung dan tolak rekapitulasi suara KPU di kota Medan

Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019
Warga Kampung Aquarium "lemas" lihat hasil hitung cepat Sebelumnya

Warga Kampung Aquarium "lemas" lihat hasil hitung cepat

KPU Tomohon: Penetapan calon sangat bergantung proses di MK Selanjutnya

KPU Tomohon: Penetapan calon sangat bergantung proses di MK