counter

Pemilih berdatangan di Tiga TPS Kuala Lumpur

DKPP rehabilitasi ketua KPU - Bawaslu terkait Bupati Mandailing Natal
Antrian Pemilih di Wisma Duta
Kuala Lumpur (ANTARA) - Para pemilih mulai berdatangan di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuka PPLN Kuala Lumpur pada Pemilu 2019, yakni di KBRI Kuala Lumpur Jalan Tun Razak, Wisma Duta di Jalan U Thant dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur di Jalan Tun Ismail, Minggu.

Pantauan ANTARA, mereka berdatangan mulai pagi hari sebelum tempat pencoblosan dibuka sedangkan masing-masing TPS tersebut baru dibuka mulai pukul 08.00 waktu setempat hingga pukul 18.00 sesuai peraturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Untuk pencoblosan di pagi hari diutamakan bagi yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sedangkan bagi yang belum terdaftar atau Daftar Pemilih Khusus (DPK) diberi kesempatan memilih satu jam sebelum pencoblosan berakhir.

PPLN Kuala Lumpur pada awalnya membuka 225 TPS di sejumlah titik yang berada di Kuala Lumpur namun kemudian satu hari menjelang pemilihan TPS hanya dibuka di tiga tempat karena menurut KPU pembukaan TPS hanya diizinkan di kantor perwakilan Republik Indonesia.

Pelaksanaan Pemilu 2019 di tiga tempat tersebut mendapat bantuan pengamanan dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM) karena Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian sudah berkirim surat ke Kepala PDRM Irjen Pol Tan Sri Dato' Sri Mohamad Fuzi Bin Harun.

Sejumlah petugas Interpol Mabes Polri juga diturunkan untuk membantu kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019 di tiga tempat tersebut.

Pimpinan partai di Malaysia mengusulkan agar DPK diberi kesempatan yang sama dengan DPT namun PPLN tetap mengikuti aturan.

"Saya sudah mencoba menyampaikan dan memperjuangkan ke KPU. Sejauh ini belum ada perubahan. DPK baru dilayani satu sebelum penutupan jam 18.00. Mohon pengertian pimpinan partai," katanya.

Baca juga: Konjen RI Johor Bahru pantau langsung pelaksanaan Pemilu 2019

Baca juga: KPU belum berencana tunda pemungutan suara pemilu di Malaysia

Moeldoko: pemilu usai, tinggalkan buzzer politik

Pewarta:
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019
PPI Dunia sikapi Pilpres 2019 Sebelumnya

PPI Dunia sikapi Pilpres 2019

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta Selanjutnya

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta