Wapres yakin Pemilu 2019 berlangsung aman

Bawaslu, KPU, Kemendagri deklarasikan netralitas Pemilu
Wapres Jusuf Kalla meninjau sejumlah stan pameran usai membuka International Reform Symposium and Regional Workshop" di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/lhs/2019)
Nusa Dua, Badung (ANTARA) - Wakil Presiden Jusuf Kalla berkeyakinan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman, meskipun belum lama ini telah terungkap terduga jaringan teroris Abu Hamzah dan keluarga di Sibolga, Sumatera Utara.

"Menjelang Pilpres, amanlah. Kita sudah empat kali pemilihan langsung, itu aman-aman saja," kata Jusuf Kalla usai membuka "International Reform Symposium and Regional Workshop" di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Wapres menyatakan sangat mengapresiasi tim Densus 88 Anti Teror yang telah berhasil mengungkap jaringan teroris Abu Hamzah di Sibolga.

"Selama ini orang berpikir (teroris-red) di Jakarta, di Surabaya, dan ternyata sekarang di Sibolga. Tidak pernah ada suara-suara (teroris) masuk di situ," ujarnya.

Jusuf Kalla tidak khawatir dari aspek keamanan, khususnya ancaman terorisme setelah melihat adanya kekuatan dan kemampuan tim Densus 88 Anti Teror serta aparat lainnya yang mampu mengatasi aksi-aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air selama ini.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pelaku terduga teroris yang berhasil ditangkap Densus 88 Anti Teror di Sibolga dan Lampung merupakan bagian dari jaringan yang berafiliasi dengan ISIS.

Penangkapan di Sibolga, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terduga teroris R di Lampung sebelumnya.

Istri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah di Sibolga diduga meledakkan diri sengaja dilakukan pelaku sebagai bom bunuh diri. Akibat ledakan "bom lontong" tersebut, istri dan anak terduga teroris meninggal.
Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
KPU DIY coret 11 nama WNA dari DPT Sebelumnya

KPU DIY coret 11 nama WNA dari DPT

Pengamat ingatkan Intelijen Negara junjung tinggi netralitas Selanjutnya

Pengamat ingatkan Intelijen Negara junjung tinggi netralitas