counter

Kiai Ma'ruf ajak media kelilingi Ponpes An-Nawawi Tanara

DKPP rehabilitasi ketua KPU - Bawaslu terkait Bupati Mandailing Natal
Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin (tengah), saat mengajak media mengelilingi Ponpes An-Nawawi, Tanara, Serang, Banten, Selasa (19/2/2019). (Antaranews/Riza Harahap)
Serang (ANTARA News) - Cawapres nomor urut 01 KH  Ma'ruf Amin mengajak media mengelilingi dan meninjau ruangan-ruangan di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Selasa.

Kegiatan mengeliling pondok pesantren itu, dimulai dari rumah pimpinan pondok pesantren, yakni rumahnya di bagian depan komplek pondok pesantren.

Kunjungan itu dimulai dari ruang tamu, di mana dia biasa menerima tamu.

Di ruangan itu, dipasang beberapa foto Kiai Ma'ruf dengan pembesar agama Islam dan tokoh lainnya pada tahun 1970-an hingga 1990-an. "Ini waktu bersama syeikh dari Sudan, waktu saya masih gemuk," kelakar Ma'ruf.

Ada belasan foto di kediamannya itu, termasuk ketika Kiai Ma'ruf aktif menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1972-1977. 
 
Menurut Ma'ruf, rumahnya selalu penuh saat dengan para kiai dan ulama saat kegiatan haul atau peringatan hari besar Islam maupun kegiatan pondok pesantren.

Beberapa Presiden RI, kata dia, juga pernah berkunjung ke kediamannya.

"Pak Joko Widodo sudah dua kali ke sini. Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pas jadi presiden juga pernah berkunjung ke sini. Pak JK (Jusuf Kalla) waktu menjadi wapresnya Pak SBY juga (berkunjung)," sebut Kiai Ma'ruf.

Kunjungan berlanjut ke kompleks pesantren di belakang kediaman Ma'ruf.

Belasan bangunan berdiri di tanah seluas sembilan hektar itu.

"Ada seribu lebih santri yang belajar di pondok pesantren ini, baik putra maupun putri. Santri putra dan putri, terpisah, baik asrama maupun ruang belajarnya," katanya.

Pengunjung menemui masjid besar di tengah kompleks, berdekatan dengan asrama santri laki-laki.

Di belakang masjid terdapat pemakaman keluarga yang sempat dikunjungi Kiai Ma'ruf. 

Mustasyar Pengurus Besar NU (PBNU) itu juga menengok kelas santri putri yang sedang beraktifitas.

Beberapa unit pelatihan santri sempat dikenalkan Ma'ruf kepada wartawan, misalnya ruangan simulasi sidang, ruang praktik membuat roti kecil, bank wakaf mikro, dan koperasi.

Ada juga supermarket bernama lembaga ekonomi umat (LEU).

Dia juga mengajak awak media melihat aula besar yang biasa dipergunakan untuk acara haul atau pertemuan masif.

"Kita akan terus membangun dan menambah ruang dan santri agar Ponpes ini semakin bagus dan bermanfaat bagi santri," ucapnya. 

Usai berkeliling, Abah, sapaan Kiai Ma'ruf memberikan keterangan pers merangkum perjalanan mengililingi ponpes. 

Kunjungan Kiai Ma'ruf ke Serang, Banten, prioritasnya untuk melakukan pemantapan elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dengan merangkul para kiai muda dan masyarakat untuk berdiskusi perihal memilih pemimpin.

Kiai Ma'ruf mengakui, sudah lima kali lebih dia  mengunjungi provinsi itu, karena memang ada target yang perlu dicapai. Pertama, yakni merawat dukungan, sampai pendukung mengalihkan pilihan pada kompetitor.

Kedua, kata dia, melakukan upaya-upaya penambahan suara, baik dari pemilih yang belum menentukan pilihan maupun dari pemilih yang masih akan memindahkan pilihannya.

Baca juga: Kiai Ma'ruf: Sandiaga tidak perlu sungkan berdebat dengan kiai

Baca juga: Pesinetron Adli Fairuz dukung Ma'ruf Amin menangkan pilpres

Sambutan sholawat badar untuk Ma'ruf Amin

Pewarta:
Editor: Joko Susilo
Copyright © ANTARA 2019
Fadli: Prabowo ingatkan unicorn harus dinikmati dalam negeri Sebelumnya

Fadli: Prabowo ingatkan unicorn harus dinikmati dalam negeri

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta Selanjutnya

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta