counter

Forum Pemuda-Gubernur NTT dukung Brimob amankan DKI Jakarta

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Gubernur NTT Victor Laiskodat (tengah), mantan Kapolda NTT Jecky Uly (kanan) memberikan semangat bagi personel Brimob yang bertugas di Jakarta, dalam acara buka bersama di Wisma Kosgoro, Jakarta, Senin (3/6/2019). (Istimewa)
Gubernur NTT berkesempatan memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan kepada Brimob NTT yang tengah bertugas di DKI Jakarta untuk mengamankan hasil Pemilu
Jakarta (ANTARA) - Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama dengan Gubernur NTT mendukung ratusan personel Brimob dari provinsi tersebut untuk membantu mengamankan situasi di DKI Jakarta selama masa pengumuman pemilu 2019.

"Sebagai Gubernur saya sampaikan terima kasih karena seluruh prajurit Brimob NTT  sudah melakukan tugas dengan baik. Karena itu saya support untuk mereka melakukan tugas sebagai polisi yang profesional, modern, dan humanis," kata Gubernur NTT Victor Laiskodat saat acara buka bersama di Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin.

Victor mengatakan, kegiatan buka bersama ini bertujuan mempererat silaturahmi dan dukungan kepada 300 personel Brimob yang selama bertugas di Jakarta, tinggal di lahan gedung parkir dengan tidur beralaskan matras.

Hal tersebut, kata Victor, akan membuat bangga NTT karena ada prajurit asal NTT yang rela berkorban dengan segala kondisi.

"Lihat saja mereka tidur disini, ada nyamuk. Luar biasa menderita, kepanasan. Tapi mereka tetap berjuang demi NKRI. Saya pribadi juga merasa bangga, karena Brimob dari NTT tahan banting dan mereka akan total bekerja," ujar Victor.

Dalam acara yang dihadiri oleh Ketua Forum Pemuda NTT Yohanes Hiba Ndale dan tokoh NTT Irjen Pol (Purn) Jecky Uly tersebut, Pemprov NTT melalui Victor Laiskodat juga menyempatkan diri memberikan bantuan berupa materiil, obat-obatan, memeriksa senjata, serta melihat kondisi para personel.

Sementara itu, Ketua Forum Pemuda NTT Yohanes Hiba mengaku, ingin mengadakan buka bersama dengan personel Brimob karena merasa senasib dan seperjuangan.

"Karena kami sesama orang NTT harus saling peduli. Mereka ada barisan terdepan mengamankan ibu kota. Saya pribadi sangat mengharapkan agar para personel seluruhnya turut menjaga menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI," kata Yohanes.

Hal yang senada juga diucapkan Mantan Kapolda NTT Jecky Uly yang mengatakan penanganan yang dilakukan personel Brimob dalam demo Bawaslu dan KPU sangatlah baik.

"Mereka  menjalankan tugas dan profesi mereka. Namun, tetap humanis  tanpa meninggalkan sikap tegas," jelas Jecky.

Lebih lanjut Jecky meminta masyarakat tak perlu panik dengan kehadiran personel Brimob.

"Justru mereka hadir disini untuk menjaga agar semua tetap aman. Kita doakan bersama dengan penempatan mereka untuk menjaga kondisi aman di Jakarta," ucapnya.

Jecky juga berharap pemerintah dan Polda NTT untuk memperhatikan para personelnya yang tengah bertugas.

"Salah satunya dengan mempermudah sekolah dan kenaikan pangkat," tutur Jecky.

Saat ini, tahapan pemilu 2019 sudah sampai proses pengaduan dan penyelesaian sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tenggat waktu yang diberikan untuk penyelesaian sengketa hasil pemilu adalah 15 Juni 2019. Pada Juli-September 2019 dijadwalkan untuk peresmian keanggotaan. Serta Agustus-Oktober 2019 dijadwalkan untuk pengucapan sumpah/ janji.

Baca juga: Polda NTT kirim ratusan anggota Brimob ke Jakarta

Baca juga: Tim Gegana Brimob Polda NTT amankan satu unit granat aktif

Baca juga: 200 personel Brimob NTT dikirim ke Jakarta


 

Kapolda Papua tinjau 6 anggota Brimob korban bentrok

Pewarta:
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2019
Bawaslu: 24 laporan kecurangan pemilu di Mimika tidak memenuhi syarat Sebelumnya

Bawaslu: 24 laporan kecurangan pemilu di Mimika tidak memenuhi syarat

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai Selanjutnya

Deklarasi Santri Dukung Pemilukada Damai