Boni Hargens ajak masyarakat dukung TNI-Polri

Penyelenggara Pemilu meninggal dunia di DIY terima santunan
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens ketika memberikan paparan dalam sebuah diskusi. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: Feru Lantara)
Berikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya kepada TNI dan Polri agar mereka dapat melakukan penindakan yang tegas kepada semua yang terlibat dalam kegiatan kericuhan, termasuk otak dibalik kegiatan biadab tersebut
Jakarta (ANTARA) - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada TNI dan Polri agar dapat mengusut tuntas dalang dari aksi kerusuhan 21-22 Mei 2019.

"Berikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya kepada TNI dan Polri agar mereka dapat melakukan penindakan yang tegas kepada semua yang terlibat dalam kegiatan kericuhan, termasuk otak dibalik kegiatan biadab tersebut," kata Boni di Jakarta, Jumat.

Boni mengatakan TNI-Polri telah berdarah-darah dan lelah, dicaci maki di fitnah dalam menangani aksi kerusuhan tersebut. Namun, mereka tetap setia menjaga keamanan negara.

Boni menilai ada sekelompok orang yang yang mempunyai bisnis kerusuhan, bisnis menumbangkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis, itu sudah sukses dilakukan dibeberapa negara Timur Tengah.

Kelompok tersebut lanjut Boni adalah konglomerat yang jaya dimasa lalu dan kolaborasi dengan kaum radikal yang ingin mendirikan negara khilafah. Perpaduan yang sangat rumit antara pedagang politik, pengusaha kerusuhan dengan kelompok radikal melahirkan skenario produksi kekerasan.

"Kerusuhan 21-22 Mei itu baru permulaan. Setelah lebaran energi mereka akan bertambah. Ini cukup menegangkan karena menjelang sidang dari Mahkamah Konstitusi," jelasnya.

Dikatakannya sangat masuk akal jika kemudian mereka juga akan menyasar ancaman pembunuhan kepada para petinggi negara yang dianggap melindungi kepentingan kepemimpinan atau pemerintahan yang demokratis ini.

"Jadi kepedulian dan dukungan masyarakat itu akan menjadi energi terbesar bagi negara dan bangsa ini untuk bisa mengatasi dan menghadapi para pelaku dari seluruh skenario," katanya.

Menurut Boni, Polri juga sudah memiliki beberapa temuan yang mengarah kepada kesimpulan bahwa ada otak besar yang merancang semua kerusuhan ini dan mereka mempunyai tujuan yaitu ekonomi dan politik.

"Untuk mencapai tujuannya mereka menggunakan tangan sekelompok kaum radikal dan termasuk jaringan teroris untuk menjadi umpan peluru, artinya menjadi prajurit dari perjuangan mereka yang rela mati untuk berjuang demi skenario yang sudah dibangun," ungkapnya.

Menurut Boni untuk ke depannya sampai pada Oktober saat pelantikan periode kedua Pak Jokowi negara perlu secara serius melakukan pengusutan siapa arsitek-arsitek yang berada di balik bisnis kerusuhan ini.

Karena lanjut dia mereka sudah tidak hanya melawan hasil pemilu saja, tetapi mereka menyasar individu-individu yang ada di dalam sistem ini maka ada upaya atau agenda pembunuhan terhadap tokoh-tokoh nasional.

Pentingnya Merawat Keindonesiaan

Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019
WYDII kawal komitmen caleg perempuan terpilih di Pemilu 2019 Sebelumnya

WYDII kawal komitmen caleg perempuan terpilih di Pemilu 2019

Sidang Pileg, Hakim: kantor kami sudah seperti gudang Selanjutnya

Sidang Pileg, Hakim: kantor kami sudah seperti gudang