counter

KPU pelajari pokok permohonan seluruh gugatan sengketa pemilu ke MK

Tingkat partisipasi Pemilu 2019 tertinggi setelah reformasi
KPU RI menggelar rapat internal dengan kuasa hukum membahas gugatan sengketa di Jakarta, Sabtu (25/5/2019). (ANTARA/Dyah Dwi)
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum mempelajari pokok permohonan seluruh gugatan sengketa hasil pemilu yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi untuk memahami substansi yang dimohonkan penggugat.

"KPU akan mempelajari pokok-pokok permohonan pemohon untuk memastikan di mana locus persoalan dan apa substansi yang dimohonkan," ujar Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

KPU pun akan mengoordinasikan seluruh KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota dalam menyusun jawaban atas pokok-pokok permohonan untuk memastikan jawaban diuraikan secara jelas, baik dari sisi data kuantitatif mau pun uraian kronologis.

Pramono mengatakan dalam perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di MK, KPU berkedudukan sebagai termohon sehingga mau tidak mau harus siap menghadapi gugatan yang diajukan ke MK.

Melalui persidangan itu, menurut dia, sekaligus momen KPU mempertanggungjawabkan apa yang telah dikerjakan selama ini.

"Forum persidangan di MK akan kami maksimalkan untuk membantah dalil-dalil yang diajukan pemohon, serta mematahkan tuduhan bahwa KPU telah melakukan berbagai kecurangan selama proses tahapan pemilu," kata Pramono.

KPU menerima sebanyak 316 gugatan untuk sengketa pemilu DPR RI, provinsi, kabupaten dan kota. Kemudian, terdapat sembilan gugatan berasal dari peserta pemilu DPD, dan satu gugatan pemilu presiden.

KPU dibantu oleh sebanyak lima firma hukum ketika menghadapi gugatan, yakni firma ANP Law Firm, Master Hukum & Co, HICON Law & Policy Strategic, Abshar Kartabrata & Rekan serta Nurhadi Sigit & Rekan.

Baca juga: KPU siap hadapi gugatan sengketa Pemilu Prabowo-Sandi di MK
Baca juga: KPU tunjuk lima firma hukum dampingi sidang sengketa di MK

KPU: Saling serang antarpeserta pemilu meningkat

Pewarta:
Editor: Aris Budiman
Copyright © ANTARA 2019
Polisi periksa 41 tersangka ricuh 22 Mei diduga berafiliasi ISIS Sebelumnya

Polisi periksa 41 tersangka ricuh 22 Mei diduga berafiliasi ISIS

Seorang anggota DPRD Jember terpilih naik ojek untuk hadiri pelantikan Selanjutnya

Seorang anggota DPRD Jember terpilih naik ojek untuk hadiri pelantikan