Polda Kalsel doakan rekan yang bertugas di Ibukota

Penyelenggara Pemilu meninggal dunia di DIY terima santunan
Personel Polda Kalsel menggelar doa bersama untuk keselamatan rekan mereka di Ibukota Jakarta yang kini mengamankan aksi massa di Bawaslu dan beberapa tempat lainnya. (Foto: Antara/Firman)
Insya Allah di bulan puasa Ramadhan ini hati kita tetap sejuk. Situasi yang kondusif tentu jadi dambaan bersama agar kita bisa hidup tenang dan nyaman, tuturnya
Banjarmasin (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mendoakan rekan mereka anggota Polri yang saat ini bertugas pengamanan di Ibukota Jakarta. Doa dipanjatkan untuk meminta keselamatan bagi aparat menghadapi aksi demo oleh massa yang tak puas dengan hasil pemilu hingga berujung anarkis.

"Doa bersama kami laksanakan setelah Shalat Dzuhur di Masjid Al-Muhtadin Polda Kalsel yang turut diikuti bapak Kapolda dan Wakapolda serta seluruh personel yang sedang berdinas di Mako," terang Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Muchamad Rifa'i di Banjarmasin, Kamis.

Ustadz Mukhlidi memimpin doa yang sekaligus menjadi imam shalat. Nampak seluruh personel khusyuk memanjatkan doa yang diawali pembacaan ayat suci Alqur'an.

Tujuan dari doa yang dipanjatkan juga untuk keselamatan dan kedamaian Negara Indonesia, yang sekaligus berdoa agar wilayah Kalsel khususnya supaya tetap aman dan kondusif.

Rifa'i berharap masyarakat juga tetap tenang dan tidak terprovokasi menyikapi situasi yang terjadi di ibukota Jakarta.

"Insya Allah di bulan puasa Ramadhan ini hati kita tetap sejuk. Situasi yang kondusif tentu jadi dambaan bersama agar kita bisa hidup tenang dan nyaman," tuturnya.

Polda Kalsel sendiri masih menerapkan status siaga satu sesuai petunjuk dari Mabes Polri, sehingga seluruh personel jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

"Bapak Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani menginstruksikan peningkatan keamanan untuk diri personel, mako dan lokasi strategis seperti objek vital dan pusat keramaian masyarakat. Namun tentunya tetap dengan cara yang humanis, jangan sampai membuat masyarakat tak nyaman," tandas Rifa'i.

Massa aksi gelar shalawat di dekat Mahkamah Konstitusi

Pewarta:
Editor: Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2019
Polisi: Kabar warga Bukittinggi tewas dalam aksi 22 Mei belum pasti Sebelumnya

Polisi: Kabar warga Bukittinggi tewas dalam aksi 22 Mei belum pasti

KPU Batang masih menetapkan caleg terpilih sudah meninggal dunia Selanjutnya

KPU Batang masih menetapkan caleg terpilih sudah meninggal dunia