Bawaslu limpahkan kasus pemilu oknum bupati ke kejari Merauke

Polisi temukan TKP lima korban tewas kericuhan 22 Mei
Komisioner Bawaslu Papua Anugrah Pata (Dokumen pribadi Anugrah Pata)
Jayapura (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua telah melimpahkan kasus dugaan tindak pidana pemilu legislatif dan presiden 2019 yang melibatkan oknum bupati di Bumi Cenderawasih itu.

Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Anugrah Pata di Kota Jayapura, Kamis mengatakan kasus yang dilaporkan oleh Steven Abraham, politisi Partai Gerindra Kabupaten Merauke terkait video dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh oknum bupati (Bupati Merauke Fredy Gebze) dinyatakan telah lengkap atau P21.

"Iya, kasusnya sudah P21, sudah dilimpahkan ke Jaksa, kalau tidak salah sejak kemarin (Selasa, red)," katanya.

Dia menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula dari video konferensi pers oleh salah satu bupati (Bupati Merauke Fredy Gebze, red) yang dinilai menyudutkan atau merugikan salah satu pihak.

"Memang benar kasus ini dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Merauke lalu ditangani oleh Gak jumud, setelah dinilai lengkap dan mengambil keterangan sejumlah pihak, maka kasus itu kami limpahkan ke jaksa di Kejari Merauke," katanya.

Nanti, lanjut dia, di Kejari Merauke kasus tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan setempat untuk proses lebih lanjut.

"Kasus ini tidak kadaluarsa, kan lagi berproses. Berdasarkan laporan ke Bawaslu Merauke lalu ditindak lanjuti oleh Gakkumdu, dan telah di limpahkan ke Jaksa, begitu alurnya," kata Anugrah menjelaskan.

Berdasarkan data lapangan, telah beredar video konferensi pers yang digelar oleh Bupati Merauke Fredy Gebze beberapa waktu lalu yang mengimbau warga di daerah itu untuk tidak memilih caleg DPR RI atas nama Steven Abraham dalam pemilu legislatif 2019.

"Kami sangat menyayangkan bahwa saudara Steven Abraham sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Merauke dan anggota DPR RI dapil Papua, ini kami mengimbau untuk tidak lagi dipilih oleh masyarakat dan usul untuk dipecat dari anggota DPR RI, agar menjadi pelajaran bagi kita," kata Fredy Gebze dalam potongan video konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu.

Konferensi pers itu digelar sebagai buntut dari kekecewaan Bupati Fredy Gebze kepada Steven Abraham yang merupakan ketua DPD Gerindra Kabupaten Merauke yang diduga akan menumbangkannya dari jabatan bupati.

Saksi BPN enggan buka soal ancaman dan identitas pengancam

Pewarta:
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2019
Anggota Komisi III DPR prihatin jatuh korban aksi massa Sebelumnya

Anggota Komisi III DPR prihatin jatuh korban aksi massa

Sidang MK, KPU nilai tim kuasa hukum BPN tidak taat hukum acara Selanjutnya

Sidang MK, KPU nilai tim kuasa hukum BPN tidak taat hukum acara