PPK Menteng: Pemilu 2019 sangat melelahkan

KPU siapkan strategi khusus hadapi sengketa pemilu
Ketua PPK Menteng, Abdul Kohar, memberi keterangan saat ditemui di Kantor Kecamatan Menteng, Jakarta, Kamis (25/4/2019).(ANTARA News/A Rauf Andar Adipati)
Di sini (Menteng, red) rata-rata selesai menghitung di TPS jam 02.00 pagi. Sangat melelahkan. Petugas KPPS-nya pada kecapekan, jadi sempat ada sedikit kesalahan kecil, tapi bisa langsung diperbaiki
Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Menteng, Jakarta Pusat, Abdul Kohar, menyatakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sangat melelahkan karena dilakukan secara serentak untuk pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif.

Menurut Abdul Kohar, digabungkannya pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif membuat proses persiapan, pelaksanaan, dan penghitungan menjadi cukup panjang.

"Di sini (Menteng, red) rata-rata selesai menghitung di TPS jam 02.00 pagi. Sangat melelahkan. Petugas KPPS-nya pada kecapekan, jadi sempat ada sedikit kesalahan kecil, tapi bisa langsung diperbaiki," kata Abdul Kohar di Jakarta, Kamis.

Abdul menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi ruwetnya Pemilu kali ini. Oleh karena itu, timnya bergerak lebih cepat dari yang dijadwalkan untuk merekrut para anggota KPPS.

"Kami curi start untuk merekrut KPPS. Makanya pas mau hari H, kami sudah siap. Malah, KPU yang sempat minta tolong kami untuk merekrut tambahan orang," tutur Abdul yang juga menjadi Ketua PPK pada Pemilihan Gubernur 2017 itu.

Perihal banyaknya petugas KPPS yang jatuh sakit bahkan meninggal, Abdul mengakui bahwa di Menteng terdapat layanan dari Puskesmas untuk memeriksa kesehatan para petugas di lapangan.

"Ya sama Puskemas kecamatan ditensi sama dikasih vitamin," tutur dia.

Abdul mensyukuri timnya tidak mendapat masalah kesehatan serius selama berlangsungnya persiapan, pelaksanaan, dan penghitungan suara Pemilu 2019.

"Mereka semua berjuang bagimu negeri. (Petugas) yang sakit sih ada. Tapi tumbang, terus bangun lagi. Dengan segala keterbatasan ya kami maju terus," tutur Abdul.


Baca juga: Lima petugas PPK Cipayung jatuh sakit
Baca juga: Kemendagri sebut e-voting bisa atasi kerumitan Pemilu
Baca juga: Pemilu berbasis elektronik jangan diterapkan tergesa-gesa

KPU tunjuk lima firma hukum hadapi gugatan PHPU

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2019
Pengamat: Revisi UU Pemilu diperlukan Sebelumnya

Pengamat: Revisi UU Pemilu diperlukan

KPU Tomohon: Penetapan calon sangat bergantung proses di MK Selanjutnya

KPU Tomohon: Penetapan calon sangat bergantung proses di MK