Azrul Tanjung : semua pihak tahan diri dan tidak sebarkan hoaks

DPR dalami aduan keluarga korban aksi 21-22 Mei
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Muhammad Azrul Tanjung meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait hasil Pemilu 17 April 2019.

"Kami meminta semua pihak bersabar dan menunggu penghitungan suara manual, dari kecamatan, kabupaten dan kota, hingga tingkat nasional sehingga apa yang di putuskan legitimasi secara hukum," ujar Azrul dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Azrul yang juga Koordinator Nasional Garda Matahari itu menambahkan masyarakat untuk sabar menunggu apapun hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita tunggulah apa pun keputusan dari KPU dan yang lain jangan bikin isu-isu dululah yang memecah belah bangsa," imbuh dia.

Masyarakat juga diminta untuk menahan diri dan meminta pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan hasil pemilu untuk menempuh jalur hukum yang tersedia di negara ini.

"Jika, ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan hasil keputusan KPU nanti, silahkan menempuh jalur konstitusional dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi", tambahnya.

Selain itu, apabila ada pihak-pihak yang memaksakan kehendak dengan menempuh cara-cara inkonstitusional sebagaimana ancaman "people power", maka Garda Matahari bersama TNI dan Polri akan menjadi garda terdepan untuk menghadapinya.Azrul menyebut ada setidaknya ribuan anggota Garda Matahari dari Jabodetabek yang siap untuk melindungi masyarakat dari ancaman tersebut.

Baca juga: Budaya rukun sebagai watak budaya bangsa

Baca juga: PP Muhammadiyah meminta semua pihak menerima hasil resmi Pemilu 2019

Meneladani pejuang Islam dari arsitektur masjid

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2019
PHDI Jayapura imbau umat Hindu menjalin hubungan baik dengan sesama Sebelumnya

PHDI Jayapura imbau umat Hindu menjalin hubungan baik dengan sesama

Netgrit: BPN harus siapkan bukti lebih rinci Selanjutnya

Netgrit: BPN harus siapkan bukti lebih rinci