counter

TKN sebut program kartu Jokowi simbol negara hadir

Tingkat partisipasi Pemilu 2019 tertinggi setelah reformasi
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'aruf Amin, Arif Budimanta dalam konferensi pers usai debat kelima capres/cawapres di Jakarta, Sabtu malam (13/4). (ANTARA/Hanni Sofia)
Kartu-kartu ini adalah simbolik untuk negara hadir bagi golongan fakir dan miskin
Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'aruf Amin, Arif Budimanta, mengatakan program kartu-kartu Jokowi merupakan simbol negara hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kartu-kartu ini adalah simbolik untuk negara hadir bagi golongan fakir dan miskin,” kata Arif Budimanta dalam keterangan pers setelah debat capres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu malam.

Jokowi-Ma’ruf Amin menawarkan tiga program jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden yang diwujudkan dengan kartu-kartu yakni Kartu Sembako Murah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Program-program tersebut dianggap oleh kubu lawan politiknya sebagai sesuatu yang tidak efektif dan tidak mengandung unsur kebaruan.

“Kartu-kartu ini basis datanya sama yakni dari data kependudukan, tujuannya untuk menjawab amanah konstitusi,” katanya.

Ia menambahkan untuk menjawab amanah konstitusi yakni UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 berbunyi” Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara” maka Jokowi menggunakan instrumen kartu.

“Programnya KIP kuliah, kartu prakerja, dan kartu sembako murah,” katanya.

Sementara itu Nita Dewi (Relawan Kelompok Perempuan/Koper UMKM) yang turut serta mewakili TKN saat jumpa pers mengatakan penggunaan kartu-kartu tersebut belum berbasis digital karena sebagian besar masyarakat Indonesia prasejahtera belum 100 persen paham digital.

“Kasih kesempatan Pak Jokowi untuk memeratakan digitalisasi sampai akar rumput,” katanya.
 

Jokowi ucapkan terimakasih atas kerja keras TKN

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019
Pemilu di Berlin ramai dan damai Sebelumnya

Pemilu di Berlin ramai dan damai

Seorang anggota DPRD Jember terpilih naik ojek untuk hadiri pelantikan Selanjutnya

Seorang anggota DPRD Jember terpilih naik ojek untuk hadiri pelantikan