counter

BPN: Prabowo-Sandi akan bangun 1,5 juta rumah untuk pulihkan ekonomi

KPU Gorontalo Utara mengevaluasi fasilitasi kampanye Pemilu 2019
Dewan Pakar BPN Rizal Ramli (tengah) dalam konferensi pers usai debat kelima capres-cawapres di Jakarta, Sabtu malam (13/4/2019). (ANTARA/Aji Cakti)
Prabowo Subianto akan membangun 1,5 juta public housing
Jakarta (ANTARA) - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjanji akan membangun 1,5 juta rumah umum (public housing).

"Prabowo Subianto akan membangun 1,5 juta public housing," kata Dewan Pakar BPN Rizal Ramli di Jakarta, Sabtu malam.

Dia beralasan bahwa pembangunan rumah secara masif tersebut dalam rangka memulihkan perekonomian yang anjlok dengan cara menggairahkan kembali sektor properti terlebih dahulu.

"Dengan membangun 1,5 juta rumah, itu akan menciptakan lapangan kerja sebesar 3,5 juta baik secara langsung maupun tidak langsung," ujar Rizal Ramli dalam konferensi pers usai debat kelima capres-cawapres.

Sebelumnya ekonom Universitas Indonesia (UI) Dr Rizal E Halim menilai pertumbuhan ekonomi enam persen menjadi tantangan bagi masing masing pasangan capres-cawapres untuk melakukan sejumlah akselerasi guna percepatan pertumbuhan ekonomi.

Rizal mengatakan setidaknya Indonesia membutuhkan pertumbuhan di atas enam persen. Salah satu yang perlu menjadi catatan serius bagi Indonesia yakni bagaimana menstimulasi pasar domestik sehingga konsumsi domestik dapat ditingkatkan, mengingat sebagian besar pertumbuhan Indonesia disumbangkan oleh sektor ini.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun di kisaran lima persen belum cukup kuat mendorong akselerasi ekonomi nasional.

Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,02 persen pada 2014, 4,88 persen pada 2015, 5,02 persen pada 2016, 5,07 persen pada 2017, dan 5,17 persen pada tahun 2018.

Potret pertumbuhan tersebut, kata dia, belum mencerminkan kinerja perekonomian terbaik buat Indonesia mengingat periode sebelumnya di kisaran enam persen.

Debat kelima Pemilu Presiden 2019 merupakan debat pamungkas sekaligus akan menutup seluruh rangkaian debat yang telah dimulai sejak Januari 2019.

Debat yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta ini menghadirkan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden baik paslon nomor urut 01 maupun 02.

Berbagai tema yang diangkat dalam debat terakhir ini adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Sebagaimana diketahui, Pemilu Presiden 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Ini alasan Prabowo-Sandi tidak ingin mengambil gaji

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019
Hal menarik sepanjang debat, Unicorn hingga "Dewi-Dedi" Sebelumnya

Hal menarik sepanjang debat, Unicorn hingga "Dewi-Dedi"

Warga Garut protes caleg DPR terpilih dicoret dan diganti Mulan Jamela Selanjutnya

Warga Garut protes caleg DPR terpilih dicoret dan diganti Mulan Jamela