Tokoh muslim yakin dukungan Jokowi meningkat dekati hari pencoblosan

MK tingkatkan pengamanan jelang proses sengketa Pemilu
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A./hp. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah tokoh muslim menilai dukungan untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo saat mendekati hari pencoblosan semakin meningkat yang ditunjukkan melalui media sosial.

"Yang lebih menggembirakan, belakangan ini saya melihat banyak perempuan berhijab yang menggunakan tagar-tagar dukungan," demikian TGB Muhammad Zainul Majdi dalam siaran pers diterima Antara di Jakarta pada Sabtu malam.

Sejumlah tanda pagar (tagar) yang kerap digunakan untuk memberikan dukungan yakni #JokowiAmin atau #Jokowisekalilagi.

Dia menambahkan para pendukung Jokowi juga mulai berani untuk menunjukkan dukungannya secara terbuka.

"Pendukung Jokowi-Ma’ruf adalah generasi baru muslimah muda Indonesia yang independen, artikulatif, dan sangat menghargai ruang kreatif yang tercipta pada 4,5 tahun pemerintahan Pak Jokowi,” ujar Zainul.

Sementara itu, Ustad Yusuf Mansur menjelaskan dukungan itu makin menguatkan kepercayaan masyarakat akan ke-Islaman Jokowi.

"Alhamdulillah, ini makin menguatkan apa yang saya katakan sejak dulu tentang ke-Islaman pak Jokowi," ujar Yusuf.

Dia mengatakan umat Islam tidak begitu saja percaya mengenai kabar bohong terkait Jokowi seperti isu pelarangan azan, maupun penutupan tempat ibadah masjid.

"4,5 tahun ini jadi bukti bahwa di era Pak Jokowi, Islam Indonesia itu ‘wangi’,” demikian Yusuf.

Indonesia akan menyelenggarakan pemilu yang terdiri dari Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg).

Terdapat dua pasang calon presiden dan wakil presiden yakni Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dengan nomor urut 01 serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dengan nomor urut 02.
Pewarta:
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2019
Jokowi targetkan neraca perdagangan tidak akan lagi defisit Sebelumnya

Jokowi targetkan neraca perdagangan tidak akan lagi defisit

PO Bus di Garut tolak mobilisasi massa ke Jakarta Selanjutnya

PO Bus di Garut tolak mobilisasi massa ke Jakarta