counter

Pemuda Papua dukung pilpres dan pileg yang aman dan damai

Calon independen minimal didukung 24 ribu calon pemilih
Para pemuda Papua dari Kota dan Kabupaten Jayapura menyatakan sikap dukung pelaksanaan pemilu presiden dan pemilu legislatif pada 17 April 2019 yang aman, damai dan sejuk, Kamis (4/4). (ANTARA News Papua/Alfian Rumagit)
Kali ini suara para milenial sangat penting. Pemilih masa kini paling banyak adalah kaum muda, kaum milenial. Mari kita gunakan hak pilih, jangan golput atau ikut-ikutan boikot, kata Victor
Jayapura (ANTARA) - Pemuda Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura mendukung pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) 17 Arpil 2019 yang aman, damai dan sejuk.

Dukungan pilpres dan pileg 2019 yang aman, damai dan sejuk itu dilakukan dalam bentuk tatap muka dan diskusi di salah satu hotel ternama di Kota Jayapura, Kamis.

John Ondi, salah satu tokoh pemuda dari Sentani, Kabupaten Jayapura mengatakan, sudah saatnya kaum muda mengisi dan mengambil bagian dari pesta demokrasi yang digelar tiap lima tahun itu.

"Ini pemilu yang baru. Kenapa saya sebutkan demikian, karena bersamaan pilpres dan pileg. Kalau sekarang tidak ambil bagian maka kita tidak akan tahu ke depannya bagaimana," katanya.

Caranya, kata dia, adalah dengan menyalurkan hak politik atau hak suara untuk memilih ke TPS-TPS yang ada pada saat hari H pencoblosan dan jangan terpengaruh dengan aksi atau isu pemboikoton pemilu, itu tidak baik.

"Banyak cara untuk kita berkarya, bisa menjadi penyelenggara seperti anggota KPU, Bawaslu, Panwas atau pun saksi di TPS. Tapi yang paling utama adalah tidak menyalurkan hak suara," kata John Ondi yang juga Ketua Gercin NKRI Kabupaten Jayapura.

Sementara itu, Victor Hamadi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Vim, Distrik Abepura, Kota Jayapura, mengatakan, dalam pesta demokrasi peran pemuda sangat penting.

"Kali ini suara para milenial sangat penting. Pemilih masa kini paling banyak adalah kaum muda, kaum milenial. Mari kita gunakan hak pilih, jangan golput atau ikut-ikutan boikot," kata Victor.

Sedangkan, Ketua Gercin NKRI Provinsi Papua Alberth Ali Kabiay lebih mengutamakan agar warga Papua dan kaum muda tidak cepat terprovokasi dengan berita hoaks atau isu perpecahan, apalagi ikut terlibat menyebarkan berita yang tidak benar.

"Telaah dulu, konfirmasi ke berbagai pihak jika menerima berita yang menyudutkan atau memojokan. Pemuda dan masyarakat Papua harus bisa bila menerima informasi, apalagi mengajak untuk hal-hal yang tidak benar," katanya.

Pemilu, kata dia, merupakan hajatan bersama seluruh masyarakat Indonesia, bukan milik satu dua orang atau kelompok, sehingga peran dan tanggung jawab untuk menyukseskannya bukan hanya milik aparat penyelenggara atau keamanan.

"Tetapi kita semua terlibat aktif menjaga kedamaian, keamanan dan kesejukan selama pemilu ini berlangsung," katanya.

Di akhir kegiatan, para pemuda dari Kota dan Kabupaten Jayapura itu menyatakan sikap dalam bentuk deklarasi mendukung pelaksanaan pemilu damai, aman dan sejuk.

"Kami, pemuda Papua dan Gercin NKRI mendukung pelaksanaan pemilu aman, damai dan sejuk," demikian kalimat yang disampaikan secara bersama-sama dalam aksi deklarasi tersebut.

Kapolda sesalkan penyerangan KKB di Nduga Papua

Pewarta:
Editor: Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2019
Jokowi basah kuyup di Tegal, kertas sambutan basah semua Sebelumnya

Jokowi basah kuyup di Tegal, kertas sambutan basah semua

Calon perseorangan Pilkada Serentak 2020 Selanjutnya

Calon perseorangan Pilkada Serentak 2020