counter

Ulama Banten tegaskan dukung Jokowi-Ma'ruf

Tingkat partisipasi Pemilu 2019 tertinggi setelah reformasi
Ulama Banten, KH Abuya Muhtadi saat memimpin istighosah ()
Untuk Pemilu 2019 saya mendukung KH Ma'ruf Amin. Ke Prabowo sudah pada Pemilu 2014, jadi sekarang ke Jokowi-Ma'ruf."
Pandeglang (ANTARA) - Ulama yang juga tokoh masyarakat Banten, KH Abuya Muhtadi Dimyathi menegaskan pada Pemilu 2019 mendukung pasangan calon presiden/wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

"Untuk Pemilu 2019 saya mendukung KH Ma'ruf Amin. Ke Prabowo sudah pada Pemilu 2014, jadi sekarang ke Jokowi-Ma'ruf," katanya di hadapan ratusan relawan Balad Jokowi (Bajo) di Kampung Cikiray, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang, Selasa.

Pada acara yang juga dihadiri tokoh agama Pandeglang KH Ahmad dan KH Yusuf Mubaroq dari Cinangka, Kabupaten Serang, Abuya Muhtadi juga menyatakan untuk Sandiaga Uno sudah didukung pada Pilkada Jakarta lalu.

"Pada Pilkada DKI Jakarta kita mendukung Sandy, jadi sekarang dukung Jokowi-Ma'ruf," kata ulama yang disebut-sebut sebagai Paku Banten itu.

Ia juga menyatakan, terkait usia KH Ma'ruf Amin yang sudah cukup tua, bukan masalah karena umur sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.

"Masalah umur tidak jadi masalah. Bisa saja kita duluan," katanya saat memberikan keterangan usai memimpin istighosah.

Sementara KH Yusuf Mubaroq dalam tablighnhya menyatakan, pada 2014 mendukung pasangan Prabowo-Hatta Radjasa, karena "termakan" berbagai hoaks menyangkut diri Jokowi.

"Pada pertengahan 2018 saya baru 'taubat', dan itu setelah bersama sekitar 40 kiai dari Banten, termasuk KH Abuya Muhtadi bertemu Jokowi dan mendapat penjelasan langsung terkait isu-isu miring yang dituduhkan pada Jokowi," katanya.

Ia menjelaskan, selama ini di media sosial banyak tuduhan hoaks yang dialamatkan pada Jokowi, seperti Jokowi PKI, orang tuanya PKI, antek asing dan Aseng (China), boneka Megawati, PDI Perjuangan sarang komunis, sampai isu kalau KH Ma'ruf Amin akan digantikan oleh Ahok karena sudah tua.

"Saya sudah mendapat klarifikasi langsung dari Jokowi. Contoh, pemberontakan PKI meletus pada 1965, sedangkan Jokowi lahir pada 1961, masa ada anak umur 4 tahun terlibat pemberontakan," ujarnya.

Kemudian, kata dia, isu Jokowi antek asing dan "Aseng" (China), itu juga tidak benar. Jokowi selama ini dekat dengan negara-negara Islam, seperti Arab Saudi, Abudabi dan Yordania. Karena kedekatan dan komunikasinya itulah, maka Raja Arab Saudi Salman berkunjung ke Indonesia.

Mengenai latar belakang Jokowi, ia menyatakan telah mendapat informasi dari seorang ulama di Solo, KH Abdurahman bahwa Jokowi sebelum menjadi Wali Kota Solo, merupakan pemimpin pengajian sholawat dan rajin shalat wajib serta sunah, bahkan rajin melaksanakan puasa sunah, Senin dan Kamis.

"Jokowi dan keluarganya Islam, bahkan sudah menunaikan Ibadah Haji. Saya pernah bersama-sama shalat Jumat dengan Jokowi. Dia (Jokowi) juga pernah ziarah ke Makam Sultan Banten (Maulana Hasanuddin), saya sendiri yang mendampinginya," ujarnya.

Yang terpenting, kata dia, Jokowi bukan hanya memberikan janji, tapi bukti. Banyak pembangunan yang dilaksanakan, termasuk berupaya mensertifikatkan lahan mushala dan masjid di seluruh Indonesia, serta bantuan bagi para santri.

Puncak Waringin Labuan Bajo sasar wisatawan mancanegara

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Jokowi ajak warga coblos baju putih, bukan yang mengenakan jas Sebelumnya

Jokowi ajak warga coblos baju putih, bukan yang mengenakan jas

Gubernur menerima dokumen caleg terpilih DPRD Sulsel Selanjutnya

Gubernur menerima dokumen caleg terpilih DPRD Sulsel