Di hadapan ribuan warga Malang Raya, Jokowi bantah hoaks yang beredar

124 juta cuitan warnai Pemilu 2019
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo berpidato saat kampanye di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3/2019). Dalam pidatonya, Joko Widodo menyerukan kepada para pendukungnya di Malang untuk menangkal berita bohong atau hoaxs serta bekerja keras agar bisa meraih dukungan 70 persen suara dalam Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Malang (ANTARA) - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo membantah semua kabar hoaks atau berita bohong yang ditujukan kepada dirinya dan calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin, saat berkampanye di hadapan warga Malang Raya, Senin.

Jokowi mengatakan, berdasarkan catatannya, ada tiga kabar hoaks yang ditujukan kepada dirinya dan KH Ma'ruf Amin, namun, dirinya membantah semua tudingan yang tidak bertanggung jawab tersebut dan beredar luas di media sosial tersebut.

"Hoaks itu harus diluruskan. Pertama, ada hoaks yang menyebutkan bahwa jika Jokowi-Ma'ruf menang, pendidikan agama akan dihapus. Itu kabar bohong, tidak benar," kata Jokowi, disambut riuh oleh pendukung yang ada di GOR Ken Arok, Kota Malang, Jatiim, Senin malam.

Kemudian, lanjut Jokowi, hoaks kedua adalah terkait dengan diperbolehkannya perkawinan sejenis jika dirinya dan Ma'ruf Amin memenagi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Kabar bohong tersebut banyak beredar di media sosial, dan masih banyak masyarakat yang mempercayainya.

Hoaks ketiga adalah, terkait dengan pelarangan adzan. Kabar bohong yang beredar, menyebutkan bahwa jika nantinya pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 tersebut menang, tidak akan ada lagi adzan yang terdengar di Indonesia.

"Ketiga, nanti kalau Jokowi-Ma'ruf menang, akan ada larangan adzan. Itu tidak masuk logika dan tidak masuk nalar, tapi itu di media sosial banyak," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, terkait dengan isu hoaks pelarangan adzan, siapapun presiden yang akan memimpin Indonesia, tidak akan pernah melakukan hal tersebut. Namun, lanjut Jokowi, isu tersebut sudah berhembus dan ada sebanyak sembilan juta masyarakat Indonesia yang percaya kabar hoaks itu.

"Siapapun presidennya, tidak akan mungkin berani melakukan itu. Tapi, ada jutaan masyarakat yang percaya adanya isu yang tidak benar itu. Ada sembilan juta lebih masyarakat yang percaya. Itu harus diluruskan," ujar Jokowi.

Pada pemilihan presiden 2019 yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang, Jokowi akan berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presidennya. Sementara pasangan nomor urut 02 adalah Prabowo Subianto dengan pengusaha Sandiaga Uno.

Pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Sedangkan Prabowo dan Sandiaga didukung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca juga: Jokowi: Negara ini perlu nakhoda berpengalaman

Baca juga: Jokowi jadikan Malang Raya contoh persaudaraan dan toleransi

Baca juga: Yenny Wahid: Karakter Jokowi seperti Gus Dur

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
KPU Badung rakit kotak suara pengganti Sebelumnya

KPU Badung rakit kotak suara pengganti

PDI Perjuangan laporkan Bawaslu Surabaya ke DKPP Selanjutnya

PDI Perjuangan laporkan Bawaslu Surabaya ke DKPP