Polda Papua Barat maksimalkan kekuatan amankan Pemilu 2019

Peneliti UGM: Penyebab kematian petugas KPPS bersifat alamiah
Arsip. Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja (kiri) menyalami anggota Brimob Polda Jawa Timur dan Brimob Polda Sumatera Selatan yang akan kembali ke daerah masing-masing, di lapangan Brimob Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (29/9/2017). (ANTARA FOTO/Olha Mulalinda)
Dari kegiatan simulasi yang sudah kami laksanakan bersama KPU, baru mengetahui ternyata cukup banyak potensi kerawanan yang harus diantisipasi di TPS, sehingga personel pengamanan baik dari Polri, TNI hingga Linmas juga harus tahu
Manokwari (ANTARA) - Kepolisian Daerah Papua Barat berupaya memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di daerah ini.

Setelah menggelar simulasi pencoblosan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) pekan lalu di Manokwari, Polda Papua Barat siap menggelar apel gabungan di Sorong dalam pekan ini.

"Dari kegiatan simulasi yang sudah kami laksanakan bersama KPU, baru mengetahui ternyata cukup banyak potensi kerawanan yang harus diantisipasi di TPS, sehingga personel pengamanan baik dari Polri, TNI hingga Linmas juga harus tahu," kata Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, di Manokwari, Selasa.

Apel gabungan yang akan dilaksanakan di Sorong pada 6 Maret 2019 bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait pengamanan yang harus dilakukan di setiap tempat pemungutan suara.

Kapolda berharap video simulasi pencoblosan di Manokwari itu diputar kembali dalam apel yang akan dihadiri TNI, Polri, Linmas serta unsur pengamanan lainnya.

Kapolda menginginkan seluruh personel paham tentang kemungkinan situasi buruk yang akan terjadi.

Mereka pun diharapkan mampu mengambil langkah antisipasi agar kericuhan tidak terjadi.

"Mereka harus dilatih, sehingga benar-benar tahu tindakan apa yang harus dilakukan. Jangan asal-asalan, karena justru bisa menjadi pemicu," ujar Rodja pula.

Ia menyebutkan, apel gabungan di Sorong akan melibatkan personel bintara pembina desa (babinsa) TNI AD, danramil, dandim, kapolres, kapolsek, bhabinkamtibmas, kepala kampung, dan Komando Armada III TNI AL.

Pada pemungutan suara 17 April 2019, Polda Papua Barat akan menerjunkan personel secara optimal sesuai jumlah yang dimiliki. Personel polda ini akan dibagi untuk membantu setiap polres.

"Tergantung kebutuhan situasional, jika kondisi kamtibmas membutuhkan untuk penambahan personel, maka kita tambah," katanya pula.

Peneliti UGM: Petugas KPPS meninggal dunia secara alamiah

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2019
Bawaslu Bandarlampung beri teguran tertulis caleg langgar aturan Sebelumnya

Bawaslu Bandarlampung beri teguran tertulis caleg langgar aturan

Amnesty soroti oknum polisi lakukan penyiksaan tak diproses hukum Selanjutnya

Amnesty soroti oknum polisi lakukan penyiksaan tak diproses hukum