Tema pangan diprediksi ramai pada debat capres

Delapan kabupaten/kota di Papua belum miliki Komisioner KPU
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama Komisioner KPU Hasyim Asy'ari (kiri) berfoto bersama para panelis debat kedua capres diantaranya pakar lingkungan Universitas Diponegoro Sudharto P Hadi (tengah), pakar tambang Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandy Arif (kedua kiri), serta pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Agustiawan (kedua kanan), Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Joni Hermana (ketiga kanan), Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria (ketiga kiri), Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati (keempat kanan), Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi Kartika (keempat kiri) seusai penandatanganan Pakta Integritas Panelis pada Debat Kedua Calon Presiden (Capres) Pemilu 2019, di Jakarta, Sabtu (9/2/2019). Penandatangan pakta integritas tersebut untuk menjamin kerahasiaan daftar pertanyaan dalam Debat Kedua Capres Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 di Hotel Sultan Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio memprediksikan tema pangan akan ramai diperdebatkan pada debat calon presiden (capres) putaran kedua pada 17 Februari 2019. 

"Kalau tema apa yang sekiranya akan ramai, saya kira soal pangan, karena pada pemerintahan Jokowi bisa dibilang belum bisa swasembada pangan," kata Hendri Satrio menjelaskan kepada Antaranews.com di Jakarta,  Selasa. 

Hendri menilai pemerintahan Jokowi masih banyak impor beberapa bahan pangan yang membuat kurang berhasil swasembada pangan,  sementara capres lainnya Prabowo dan kubunya semanangat mencangkan soal swasembada pangan. 

"Nanti sepertinya, soal pangan akan lebih banyak ditanyakan oleh Prabowo dan Jokowi akan pamer di capaian lainnya seperti infrastruktur dan energi," kata Hendri. 

Karena itu, Hendri mengingatkan agar kedua capres menyiapkan soal data  sehingga adu argumen akan lebih jelas dan tidak asal menjawab. 

Isu pangan merupakan salah satu topik dalam tema debat capres tahap II yang akan digelar pada Minggu, 17 Februari 2019, selain energi, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Berbagai cara ditempuh pemerintah untuk meningkatkan produksi. Salah satu yang gencar dilakukan adalah optimalisasi lahan rawa menjadi sawah atau lahan pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada tahun 2019 memfokuskan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan sawah yang produktif dengan target mencapai 500.000 hektare.

"Rencana optimalisasi tahun ini sekitar 500.000 hektare. Lahan rawa ini adalah lahan tidur yang harus dioptimalkan," kata Amran. 

Amran mengatakan optimalisasi lahan rawa akan dilakukan di lima provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan dan dua wilayah baru tambahan, di Bengkulu dan Jambi.

Menurut dia, dengan penggunaan bibit yang sesuai dengan lahan rawa, produktivitas padi bisa meningkat sampai tiga kali lipat, yakni dari 2 ton per hektare menjadi 6 ton per hektare dan waktu tanam maksimal 3 kali setahun.  
Baca juga: FAO sebut harga pangan dunia naik pada Januari
Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019
PSI khawatir Muchdi Pr jadi kuda troya di kubu Jokowi Sebelumnya

PSI khawatir Muchdi Pr jadi kuda troya di kubu Jokowi

Kantor PDI Perjuangan Yogyakarta dijadikan rumah kebudayaan rakyat Selanjutnya

Kantor PDI Perjuangan Yogyakarta dijadikan rumah kebudayaan rakyat