Badan Pengawas Pemilu diingatkan siapkan alat uji keaslian KTP elektronik

Tercecernya KTP elektronik timbulkan kekhawatiran kecurangan Pemilu
Dokumentasi Lukman Edy. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
... guna mengantisipasi penyalahgunaan KTP elektronik...
Jakarta (ANTARA News) - Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden-wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lukman Edy, mengingatkan Badan Pengawas Pemilu agar menyiapkan perangkat keras untuk menguji keaslian kartu tanda penduduk elektronik pada pemberian suara di TPS.

"Peringatan itu sudah kami sampaikan jauh-jauh hari ke Badan Pengawas Pemilu, guna mengantisipasi penyalahgunaan KTP elektronik," kata dia, kepada pers, di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Badan Pengawas Pemilu dalam menjalankan pengawasan pada penyelenggaraan Pemilu yang sudah berjalan baik, tapi masih ada satu hal yang harus dicermati, yakni memberikan jaminan bahwa pemilih yang hadir di TPS, membawa KTP asli.

"Untuk memastikan KTP elektronik asli atau tidak perlu dilakukan pengujian fisik. Semoga dakam waktu tiga bulan ke depan Badan Pengawas Pemilu menyiapkan perangkat keras untuk menguji keaslian KTP elektronik," katanya.

Mantan wakil ketua Komisi II DPR ini menambahkan, soal pengujian keaslian KTP elektronik, dia sudah sejak jauh hari memberikan saran kepada Badan Pengawas Pemilu. Saran yang disampaikan sebelumnya lebih teknis lagi, yakni Badan Pengawas Pemilu agar menyiapkan aplikasi android yang dipegang oleh setiap petugas pengawas pemilu di setiap TPS.

"Bawaslu itu punya satu orang pengawas Pemilu di setiap TPS elektronik. Dia memegang aplikasi androidnya. Pada pukul 12:00 hingga 13:00, jika ada pemilih yang hadir membawa KTP elektronik untuk memberikan suara di TPS, maka KTP elektronik-nya di-scan lebih dulu menggunakan aplikasi android itu. Dari scan itu diketahui, KTP elektronik-nya asli atau palsu," katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, dengan cara itu dapat mencegah kemungkinan kebocoran penggunaan KTP elektronik palsu. "Kemungkinan kebocoran yang lain sudah diantisipasi melalui sistem koordinasi antara Dukcapil di Kementerian Dalam Negeri, karena mereka yang menyimpan data DP4," katanya.
Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2018
LSI Denny JA: enam isu populer selama kampanye Pilpres Sebelumnya

LSI Denny JA: enam isu populer selama kampanye Pilpres

Paloh sebut kepentingan pragmatis ganggu semangat kerukunan Selanjutnya

Paloh sebut kepentingan pragmatis ganggu semangat kerukunan