Ma`ruf Amin ingin terus berdakwah ketika terpilih jadi wapres

Delapan kabupaten/kota di Papua belum miliki Komisioner KPU
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/kye
Medan (ANTARA News) - Calon Wakil Presiden Prof KH Ma`ruf Amin mengatakan dirinya sejak dulu adalah seorang pendakwah dan apa yang sudah dijalaninya tersebut tidak akan dihentikan meskipun nanti terpilih menjadi wakil presiden.

"Tugas ulama adalah mengajak masyarakat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dan itu sudah sejak lama saya jalani. Itu tidak akan berhenti sampai kapan pun," katanya, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, di Medan, Selasa.

Ia mengatakan, selama ini ia berdakwah mengajak umat untuk kebaikan melalui lembaga-lembaga nonpemerintah seperti Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun lainnya.

Saat ini, ia diajak oleh Calon Presiden Joko Widodo untuk menjadi Calon Wakil Presiden, artinya kalau nanti terpilih ia akan melakukan dakwah melalui jalur pemerintahan.

"Artinya saya akan tetap berdakwah, kalau dulu berdakwah melalui lembaga nonpemerintah, kalau terpilih nanti saya akan berdakwah melalui jalur struktural pemerintah. Untuk itu, saya mohon doa restu agar bisa terus mengabdi kepada bangsa melalui jalur struktural pemerintah. Tugas saya tetap penjaga umat dan agama," katanya pula.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan semangat kepada para santri agar terus belajar dengan bersemangat dan penuh harap karena santri bisa menjadi apa saja, seperti bisa menjadi bupati, saudagar, wakil gubernur bahkan bisa menjadi presiden seperti Gus Dur.

"Banyak orang besar yang dulunya adalah santri. Dengan kerja keras dan belajar terus menerus tanpa kenal lelah lah mereka bisa menjadi orang-orang besar. Teruslah mengasah diri, Insya Allah suatu saat akan berhasil mewujudkan cita-cita membangun negeri," kata Ma`ruf Amin.
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018
Polres Karimun doa bersama untuk pemilu damai Sebelumnya

Polres Karimun doa bersama untuk pemilu damai

Dewan Pers minta masyarakat tidak merujuk media abal-abal Selanjutnya

Dewan Pers minta masyarakat tidak merujuk media abal-abal