counter

Pengamat: Jokowi ingatkan pendukung tak sindir paslon 02

DKPP rehabilitasi ketua KPU - Bawaslu terkait Bupati Mandailing Natal
Johanes Tuba Helan. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
Kupang (ANTARA) - Pengamat Hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Johanes Tuba Helan meminta Presiden terpilih Joko Widodo mengingatkan pendukungnya, untuk tidak membuat pernyataan-pernyataan yang menyindir pasangan calon dan pendukung pasangan calon 02, Prabowo-Sandiaga Uno.

"Menurut saya, Jokowi harus mengingatkan pada semua pendukung, jangan lagi membuat pernyataan yang memecah belah, terutama menyindir pasangan 02 dan timnya," kata Johanes Tuba Helan kepada Antara di Kupang, Senin.

Baca juga: Wapres: Dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya yang mesti dilakukan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, untuk meredam situasi pasca-putusan MK dan penetapan calon terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum.

Johanes Tuba Helan mengatakan, Jokowi bersama pendukungnya harus berupaya memupuk kembali persatuan bangsa yang pecah belah selama berlangsungnya pelaksanaan pemilu.

"Ya, salah satunya adalah meminta semua pendukung untuk jangan membuat pernyataan yang memecah belah, terutama menyindir pasangan 02 dan timnya," katanya.

Paling tidak, jangan ada lagi pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan diantara sesama anak bangsa, kata mantan Kepala Ombudsman Perwakilan NTB-NTT ini.

Tetapi bagaimana menyatukan kembali seluruh kekuatan bangsa yang tercerai berai akibat perbedaan pilihan politik, untuk bersama mewujudkan cita-cita membangun negeri ini ke arah yang lebih baik dan disegani bangsa lain.

Baca juga: Pengamat: Koalisi dibentuk hanya untuk kepentingan Pilpres

Pandangan hampir senada disampaikan Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi, yang mengatakan, saat ini Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bukan lagi hanya milik parpol dan pendukung 01.

Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf Amin adalah milik seluruh rakyat bangsa ini sehingga kekuasaan harus untuk semua, dan semua harus terwakili dalam kekuasaan.

Bahwa kemenangan adalah milik, namun harus dibagi-bagi karena dalam dalam kultur politik kita tidak ada istilah yang kalah tersingkir atau jadi pecundang, katanya.

Oleh karena itu, Jokowi harus memanfaatkan semua potensi anak bangsa, untuk memajukan Indonesia dari segala aspek untuk kemakmuran rakyat negeri ini.

Dia mengatakan, tidak ada lagi friksi politik, kawan dan lawan karena rivalitas politik tidak harus dipelihara, tapi harus dihindari agar negara menjadi adem dan rakyat merasa nyaman di bawah kepemimpinan paslon 01.

Baca juga: Pengamat: Jokowi-Amin perlu rekonsiliasi dengan Prabowo-Sandi
Baca juga: Pengamat harapkan presiden terpilih susun kabinet secara cermat

Presiden Jokowi bertemu Prabowo di Istana Merdeka

Pewarta:
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2019
Hentikan perselisihan, kembali kerja, kerja, dan kerja Sebelumnya

Hentikan perselisihan, kembali kerja, kerja, dan kerja

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta Selanjutnya

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta