pemilu.antaranews.com
HITUNG CEPAT
PEMILU PRESIDEN 2024
25.55%
57.81%
16.62%
25.34%
58.08%
16.58%
25.06%
59.08%
15.86%
24.77%
59.19%
16.04%

Muhaimin harapkan KIK tak tambah partai

Rutan Salemba sudah terima logistik Pemilu 2024
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar pada acara Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H, di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (17/6/2019). (Antaranews/Riza Harahap)
Dengan jumlah tersebut, anggota DPR RI dari KIK sudah cukup dominan untuk memenangkan perdebatan dalam pembahasan legislasi dan lainnya, sehingga stabilitas politik di parlemen akan selalu terjaga."
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berharap partai-partai pendukung capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Koalisi Indonesia Kerja (KIK), tidak menambah partai politik lain bergabung ke dalam koalisi karena dinilai sudah gemuk.

"KIK beranggota sembilan parpol, meskipun hanya lima parpol yang berhasil masuk ke DPR RI. Namun, jumlah kursi parlemen dari parpol anggota KIK sudah dominan," kata Muhaimin Iskandar, menjawab pertanyaan wartawan, usai acara Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H, di kantor DPP PKB, di Jakarta, Senin.

Menurut Muhaimin, jumlah anggota parlemen dari partai politik anggota KIK sudah dominan yakni sekitar 60 persen dari 575 kursi DPR RI periode 2019-2014, sehingga tidak perlu menambah kursi lagi dari parpol lain di luar anggota KIK.

"Dengan jumlah tersebut, anggota DPR RI dari KIK sudah cukup dominan untuk memenangkan perdebatan dalam pembahasan legislasi dan lainnya, sehingga stabilitas politik di parlemen akan selalu terjaga," katanya.

Namun, Muhaimin segera menambahkan, keputusan menambah atau tidak anggota koalisi adalah hak capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kalau Pak Jokowi mempertimbangkan faktor rekonsiliasi nasional sehingga akan menambahkan partai politik lain, ya silakan saja," katanya.

Wakil Ketua MPR RI ini juga mengakui adanya penambahan partai politik lain ke KIK, konsekuensinya juga pada komposisi menteri kabinet, padahal, parpol di luar KIK dinilai tidak berkeringat dalam memperjuangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada pemilu presiden 2019.

Ketika ditanya soal usulan Menteri dari PKB, menurut Muhaimin, nanti saja pada waktunya akan disampaikan.

"PKB menunggu sampai waktunya tiba. Setelah Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf ditetapkan secara resmi sebagai presiden dan wakil presiden, dan meminta masukan nama-nama calon menteri ke partai, baru akan kami sampaikan," katanya.

Baca juga: Muhaimin: PKB akan kembangkan tiga agenda utama

Baca juga: Cak Imin ucapkan selamat kepada Presiden Jokowi

Baca juga: PKB paparkan tiga agenda politik pada peringatan Kebangkitan Nasional
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
LPSK didatangi keluarga korban ricuh 22 Mei yang minta perlindungan Sebelumnya

LPSK didatangi keluarga korban ricuh 22 Mei yang minta perlindungan

KPU luncurkan tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pilgub Sultra Selanjutnya

KPU luncurkan tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pilgub Sultra