Polisi ajak masyarakat Bengkulu ciptakan suasana kondusif pascapemilu

Polisi temukan TKP lima korban tewas kericuhan 22 Mei
Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika menyalami anggota TNI yang terlibat dalam Operasi Ketupat Nala 2019 di wilayah itu, Kamis (13/6). (Foto Antarabengkulu.com)
Kendati kita berada di Bengkulu, tidak boleh lengah guna mengantisipasi adanya pihak-pihak yang menginginkan kerusuhan di Provinsi Bengkulu dan di Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia."
Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu, mengajak kalangan masyarakat di daerah itu untuk menciptakan suasana kondusif dalam kehidupan sehari-hari pascapemilu 17 April 2019.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika saat membacakan pidato Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman pada Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Nala 2019 dan kesiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di halaman Mapolres Rejang Lebong, Kamis, mengatakan pihaknya tidak boleh lengah dalam mengantisipasi kemungkinan timbulnya kerusuhan kendati tinggal di daerah.

"Kendati kita berada di Bengkulu, tidak boleh lengah guna mengantisipasi adanya pihak-pihak yang menginginkan kerusuhan di Provinsi Bengkulu dan di ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar dia.

Sikap waspada tersebut kata Kapolda Bengkulu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diingini terjadi mengingat Jumat (14/6) besok, akan dimulai sidang awal PHPU di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) baik hasil Pileg maupun Pilpres 2019.

Dalam kegiatan apel yang diikuti ratusan personel polres, TNI, Satpol-PP, dinas perhubungan, dinas kesehatan, BPBD, pramuka dan perwakilan masyarakat lainnya itu, dia mengimbau kalangan masyarakat Bengkulu tersebar dalam 10 kabupaten/kota agar menciptakan suasana yang kondusif.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat agar menolak ajakan untuk melakukan kerusuhan, menolak tindakan anarkis, dan ajakan lainnya yang memecah belah persatuan demi terpeliharanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai kesatuan Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2019, yang berakhir pada 10 Juni lalu kata dia, berjalan sesuai rencana dengan terciptanya suasana yang aman, tertib dan lancar serta menurun kasus tindak kriminalitas maupun kasus kecelakaan lalu lintas.

"Tantangan Operasi Ketupat tahun lebih tinggi dari sebelumnya, karena bersamaan Operasi Pengamanan Pemilu serentak tahun 2019, terutama bagi rekan-rekan kita yang bertugas di ibu kota," jelasnya.

Dalam kesempatan itu dia, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2019 bisa berjalan dengan baik dan memintanya agar terus terjaga sehingga bisa menangkal kemungkinan terjadinya hal-hal tidak diingini di wilayah itu.

Arus mudik 2019, laka lantas di Jateng turun 21 persen

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Polresta Sidoarjo minta masyarakat jaga kondusifitas lingkungan Sebelumnya

Polresta Sidoarjo minta masyarakat jaga kondusifitas lingkungan

Tim kuasa hukum TKN bingung baca alat bukti dari BPN Selanjutnya

Tim kuasa hukum TKN bingung baca alat bukti dari BPN