Direktur: RS Pelni siaga bantu korban ricuh aksi 22 Mei

Polri tanggapi temuan Amnesty Internasional terkait kekerasan Brimob
Direktur Rumah Sakit Pelni Jakarta, dr Dewi Fankhuningdyah menegaskan pihaknya bersiaga untuk membantu masyarakat korban kericuhan aksi 22 Mei di Jakarta, Rabu (22/5/2019). (ANTARA News/Fauzi Lamboka)
Semoga malam ini sudah aman dan tidak ada lagi korban yang masuk
Jakarta (ANTARA) - Direktur Rumah Sakit Pelni Jakarta dr Dewi Fankhuningdyah menegaskan pihaknya bersiaga untuk membantu masyarakat korban kericuhan aksi 22 Mei yang terkonsentrasi di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin.

"Semoga malam ini sudah aman dan tidak ada lagi korban yang masuk," kata Dewi kepada Antara, Rabu malam.

Dewi menjelaskan berdasarkan arahan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pihaknya menyiapkan personel sesuai dengan kecukupan rumah sakit.

Selain itu, pihaknya juga mempunyai mekanisme, dengan membuka layanan panggilan darurat, jika ada korban yang berada di sekitar rumah sakit.

Baca juga: Tujuh korban bentrokan depan Bawaslu dilarikan ke RSCM

"Kami tidak memperkenankan perawat yang shift sebelumya untuk pulang, sebbelum personel baru datang," Dewi menegaskan.

Dewi meyakinkan saat ini personel masih mencukupi sesuai dengan arahan serta pengalaman penanganan korban sejak Rabu pagi.

"Untuk ambulans kami bekerja sama dengan polisi," ujarnya.

Hingga Rabu (22/5) pukul 20.45 WIB, RS Pelni masih merawat 12 korban kericuhan dari 82 korban yang masuk.

Umumnya korban yang datang dengan luka-luka, baik luka tembak maupun luka akibat benturan.

Baca juga: RSCM tangani 16 korban bentrokan Bawaslu

Baca juga: RS Budi Kemuliaan tangani 139 korban aksi 22 Mei

RS Pelni siaga terima korban ricuh demonstrasi

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2019
Dalang kericuhan  22 Mei sudah diketahui Sebelumnya

Dalang kericuhan 22 Mei sudah diketahui

Siang ini MK putus perkara sengketa Pilpres Selanjutnya

Siang ini MK putus perkara sengketa Pilpres