BPN bantah SPDP atas nama Prabowo

Polisi temukan TKP lima korban tewas kericuhan 22 Mei
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) tiba untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad membantah telah terbit Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Prabowo Subianto.

"Tidak benar telah terbit SPDP terhadap Pak Prabowo terkait kasus makar," kata Dasco di Jakarta, Selasa.

Dasco mengatakan yang benar adalah SPDP atas nama Eggy Sudjana. Menurut dia, Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor dalam kasus Eggy Sudjana, namun statusnya bukan tersangka.

"Pak Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor, tapi statusnya bukan tersangka bahkan juga bukan saksi," ujarnya.

Dasco yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai tidak ada satu fakta yang bisa mengaitkan Prabowo dengan tuduhan makar.

Dia mengatakan masyarakat tahu bahwa Prabowo senantiasa berjuang dalam koridor hukum dan konstitusi.
Baca juga: BPN: ucapan Prabowo sebagai calon presiden tidak dapat dipidanakan
Baca juga: Polisi terbitkan SPDP Prabowo jadi terlapor dugaan makar

Prabowo kunjungi keluarga SBY di Cikeas

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019
BPN: Ucapan Prabowo sebagai calon presiden tidak dapat dipidanakan Sebelumnya

BPN: Ucapan Prabowo sebagai calon presiden tidak dapat dipidanakan

Tim kuasa hukum TKN bingung baca alat bukti dari BPN Selanjutnya

Tim kuasa hukum TKN bingung baca alat bukti dari BPN