counter

Imam Besar Istiqlal katakan demokrasi harus disyukuri

Pemkab Batang tutup wisata yang tidak terapkan protokol kesehatan
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan demokrasi yang diterapkan di Indonesia harus disyukuri karena membuka peluang bagi rakyat dari kalangan mana saja untuk tampil sebagai pemimpin.

Menurut dia, di Timur Tengah yang mayoritas penduduknya muslim masih banyak negara yang pemimpinnya ditentukan oleh segelintir orang berdarah biru.

"Jangan mimpi bisa menjadi kepala negara kalau tidak ada turunan darah birunya," kata Nasaruddin yang juga Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) di Jakarta, Jumat.

Bahwa di dalam proses demokrasi ada riak-riak yang timbul, menurut Nasaruddin hal itu adalah bumbu-bumbu demokrasi.

"Lebih baik seperti itu daripada terlihat suasana yang adem, tapi sebenarnya terlihat mencekam Kalau itu terjadi, ledakannya bisa seperti di Suriah, Irak, Afghanistan. Tentunya kita tidak ingin seperti itu," ujarnya.

Mantan Wakil Menteri Agama ini pun mengajak umat Islam sebagai penduduk mayoritas negara ini untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk mendinginkan suasana yang sempat memanas sehubungan dengan pesta demokrasi.

Nasaruddin mengajak umat Islam memperbanyak ibadah, silaturahim, saling memaafkan, dan menahan diri untuk tidak saling menyakiti. Ia mengimbau elit politik dan tokoh publik untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memanaskan suasana.

"Kita jangan menjadi faktor penyebab situasi semakin keruh, tapi jadilah faktor yang dapat membikin situasi menjadi lebih tenang," kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Ia mengingatkan bahwa bangsa ini harus lebih fokus untuk membangun negeri ini, juga sumber daya manusianya, agar bisa bersaing dengan negara-negara yang sudah maju lainnya.

"Dan kalau perlu kita bisa melebihi negara-negara lainnya. Karena kita ini kan berobsesi 'baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur', yakni negeri yang sangat indah dan penuh dengan pengampunan Tuhan," kata Nasaruddin.

Masjid Istiqlal tiadakan Jumatan selama dua pekan

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
Golkar potensial rebut kursi Ketua DPRD Kepri Sebelumnya

Golkar potensial rebut kursi Ketua DPRD Kepri

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024 Selanjutnya

Deklarasi dukungan relawan Anies Baswedan maju Pilpres 2024