counter

Tiga anak Amien Rais berpeluang besar menjadi wakil rakyat

DKPP rehabilitasi ketua KPU - Bawaslu terkait Bupati Mandailing Natal
Amien Rais. (FOTO ANTARA)
Yogyakarta (ANTARA) - Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Istimewa Yogyakarta Nazaruddin menyebutkan berdasarkan data rekapitulasi internal partainya, tiga anak politikus senior Amien Rais bakal menjadi anggota DPR RI dan DPRD Provinsi DIY.

"Dari yang sulung (anak Amien Rais) sampai bungsu semuanya lolos," kata Nazaruddin di Yogyakarta, Kamis.

Ketiga anak Amien Rais itu, yakni Hanafi Rais yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari dapil DIY. Hanafi merupakan satu-satunya dari delapan caleg PAN DIY yang berpeluang besar lolos melenggang ke Senayan.

"Pak Hanafi satu-satunya yang lolos ke DPR RI dari Dapil DIY. Berdasarkan data by name by adress dari partai Pak Hanafi memperoleh 167.000 suara," katanya.

Selanjutnya, kara Nazar, Hanum Salsabiela Rais (anak kedua Amien Rais) yang maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi DIY dari Dapil Sleman Timur, disusul si bungsu atau anak kelima Amien Rais, Ahmad Baihaqy Rais, yang juga maju sebagai caleg untuk DPRD Provinsi DIY dari Dapil Kulon Progo.

Menurut Nazar, selain ketiga putra Amien Rais, caleg PAN yang lolos di DPRD Provinsi DIY, yakni Siti Nurjanah dari Dapil Kota Yogyakarta, Suharwanto (Dapil Bantul Timur), Atmaji (Dapil Bantul Barat), Sadar Narimo (Dapil Sleman Selatan), dan Arif Setiadi (Dapil Gunung Kidul).

Perolehan kursi itu, menurut Nazar, masih jauh dari harapan DPD PAN DIY. Perolehan suara PAN di DIY pada Pemilu 2019 juga mengalami penurunan dratis dinandingkan Pemilu 2014.

"Perolehannya menurun, pada Pemilu  2014 memperoleh 352.000 suara, sekarang jumlah suaranya di bawah 300.000," katanya. ***2***

Amien Rais Restui PAN Dengan Pemerintah

Pewarta:
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2019
KPU juga terapkan dua panel penghitungan suara dalam negeri Sebelumnya

KPU juga terapkan dua panel penghitungan suara dalam negeri

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta Selanjutnya

Bawaslu: dua orang dipenjara akibat politik uang di Jakarta