Kapolda Kalsel minta semua pihak menahan diri

DKPP perintahkan KPU berhentikan Ilham Saputra dari ketua divisi
Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani memberikan keterangan kepada wartawan. (antara/foto/firman)
Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani meminta semua pihak agar menahan diri pascapemungutan suara agar tidak menimbulkan gesekan.

"Mari kita jaga daerah kita agar tetap aman dan kondusif. Bagi yang merasa hasil sementara unggul, jangan sampai euforia berlebihan," katanya di Banjarmasin, Sabtu.

Yazid mengingatkan hal itu untuk semuanya, baik terkait pemilihan presiden dan wakil presiden maupun anggota legislatif dan DPD RI.

Kapolda mengakui berbagai bentuk provokasi terkait hasil pemilu memang rentan terjadi. Untuk itu, masyarakat diimbau bersabar dan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Pemberitaan yang muncul di media sosial soal hasil pemilu jangan dipercaya begitu saja. Mari cek sama-sama kebenarannya di KPU. Masyarakat jangan mudah terhasut dan terpancing," kata jenderal polisi bintang dua itu menegaskan.

Meskipun saat ini di Kalsel situasinya sangat kondusif, Kapolda meminta seluruh jajarannya tidak lengah.

Termasuk untuk Tim Cyber yang dikomando Subdit II Perbankan Pencucian Uang dan Kejahatan Dunia Maya (PPUKDM) Ditreskrimsus Polda Kalsel, agar terus meningkatkan patroli di dunia maya untuk menekan beredarnya berita-berita bohong atau hoaks yang meresahkan terkait pemilu.

"Saya yakin dan percaya masyarakat Banua Kalimantan Selatan sudah sangat cerdas memilah informasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan yang tidak," kata Kapolda sembari mengajak masyarakat kembali bersatu menghapus perbedaan pilihan politik karena pemilu telah usai.

Turun ke jalan, Polda Kalsel bagi-bagi takjil

Pewarta:
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2019
Makan gratis usai coblos ulang di Surabaya Sebelumnya

Makan gratis usai coblos ulang di Surabaya

Amien: Pertemuan Jokowi-Prabowo tidak bicarakan pembagian kekuasaan Selanjutnya

Amien: Pertemuan Jokowi-Prabowo tidak bicarakan pembagian kekuasaan