Sebanyak 23 petugas Pemilu 2019 di Lamongan dirawat intensif

Gubernur Khofifah imbau masyarakat Jatim tidak ke Jakarta
Ilustrasi - Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Kesamben, Khotim Fadli menjalani perawatan setelah pingsan saat proses rekapitulasi perolehan suara pemilu, di Puskesmas Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (25/4/2019). (ANTARA FOTO/Syaiful Arif/dok)
Total ada 23 petugas kami yang sakit, tapi Alhamdulillah kondisi mereka berangsur-angsur membaik
Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 23 orang petugas penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit maupun puskesmas, karena kelelahan setelah menjaga pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah itu.

"Total ada 23 petugas kami yang sakit, tapi Alhamdulillah kondisi mereka berangsur-angsur membaik," kata Komisioner Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Lamongan, MH Fathkurrohman dikonfirmasi di Lamongan, Kamis.

Ia menyebut, dari 23 petugas satu di antaranya meninggal dunia secara mendadak usai mengunci ruang penyimpanan kotak suara, selebihnya sedang mendapatkan perawatan medis.

"Korban yang meninggal dunia bernama Sumber (50), anggota PPS Desa Sukoanyar, Kecamatan Turi. Selebihnya ada yang rawat jalan, rawat inap di puskesmas maupun rumah sakit," ungkapnya.

Selain itu, tiga orang petugas perempuan penyelenggara pemilu juga dilaporkan mengalami keguguran, dan diduga kelelahan saat bertugas dalam pelaksananaan Pemilu 2019.

"Ada tiga petugas kami yang mengalami keguguran saat bertugas, Untuk faktornya mungkin pihak dokter rumah sakit yang bisa menjelaskan hal ini," ucapnya.

Perempuan yang mengalami keguguran tersebut adalah, Siti Mujazilah yang bertugas di TPS 40 Desa Brengkok, Ana Rahmawati, petugas KPPS di TPS 05 Desa Sumberagung, dan Imroatul Hasanah, petugas KPPS Desa Pelangwot, Kecamatan Laren.

Ketiganya mengalami keguguran saat proses penghitungan surat suara di tingkat TPS Kecamatan Brondong, dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan oleh tim medis.

"Langsung dilarikan oleh petugas yang saat itu berada di lokasi ke puskesmas terdekat dan diberikan perawatan," jelasnya.

Sementara itu, rencananya petugas yang gugur dalam bertugas akan diberikan santunan KPU RI dan pemerintah, namun bagi petugas yang sakit dan terbaring di rumah sakit, masih dilakukan koordinasi dengan KPU RI, apakah ia memperoleh bantuan atau tidak.

"Masih kita lakukan upaya untuk memperoleh bantuan bagi petugas kami yang sakit, sedangkan bagi petugas yang gugur akan diberikan santunan," ujarnya.
Pewarta:
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019
KPU Agam butuhkan 6.440 surat suara untuk PSU Sebelumnya

KPU Agam butuhkan 6.440 surat suara untuk PSU

Hasil final pileg rekapitulasi nasional: Gerindra urutan kedua Selanjutnya

Hasil final pileg rekapitulasi nasional: Gerindra urutan kedua