Prabowo tertinggal tiga juta suara berdasar Situng KPU Selasa pagi

Gubernur Khofifah imbau masyarakat Jatim tidak ke Jakarta
Arsip Siluet Ketua KPU Arief Budiman saat melakukan monitoring rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 melalui aplikasi Situng di Gedung KPU, Jakarta, Sabtu (20/4/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.
Jakarta (ANTARA) - Pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sementara tertinggal sekitar tiga juta suara dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan data penghitungan suara "real count" KPU RI pada Selasa pagi.

Hingga pukul 9.30 WIB, KPU RI melalui situs Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) mencatat Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh suara sebanyak 16.491.838 atau setara dengan 55,07 persen dari suara yang masuk.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno baru memperoleh 13.453.936 suara atau setara dengan 44,93 persen.

Perolehan suara kedua pasangan calon tersebut akan terus mengalami perubahan karena belum seluruh data dihimpun dari 34 provinsi di Indonesia oleh KPU RI melalui situs KPU RI.

Jika dibandingkan dengan data satu hari sebelumnya melalui situs yang sama, perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengalami kenaikan sekitar satu juta suara.

Hingga Pukul 9.30 WIB, KPU RI baru mencatat 158.170 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 813.350 TPS atau setara dengan 19,44 persen.

Situng KPU merupakan penghitungan resmi KPU RI menggunakan pemindaian form C1 dari setiap TPS di Tanah Air. Namun KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Pada penyelenggaran Pilpres 2014 KPU RI menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak dengan perolehan 70.997.85 suara atau 53,15 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh suara sebanyak 62.576.444 atau setara dengan 46,85 persen.
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Akademisi: Pemilu yang sederhana tumbuhkan kualitas demokrasi Sebelumnya

Akademisi: Pemilu yang sederhana tumbuhkan kualitas demokrasi

Hasil final pileg rekapitulasi nasional: Gerindra urutan kedua Selanjutnya

Hasil final pileg rekapitulasi nasional: Gerindra urutan kedua