KSAL minta prajurit dan keluarga tidak terpancing berita provokatif

MUI NTT imbau umat Islam tidak tanggapi isu "people power"
Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Laksamana Pertama TNI Ir Avando Bastari saat memimpin Apel Khusus Civitas Akademika STTAL di Lapangan Kampus STTAL Jalan Bumimoro-Morokrembangan, Senin. (ist)
Surabaya (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji meminta seluruh prajurit TNI AL dan keluarga tidak terpancing berita provokatif dan hoaks yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

Hal itu disampaikan Siwi melalui Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Laksamana Pertama TNI Ir Avando Bastari saat memimpin Apel Khusus Civitas Akademika STTAL di Lapangan Kampus STTAL Jalan Bumimoro-Morokrembangan, Senin.

Avando yang membacakan amanat KSAL itu menyampaikan kebijakan pemimpin TNI AL terkait selesainya pesta demokrasi bangsa Indonesia, untuk pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif.

"Kita semua patut bersyukur agenda politik nasional telah berjalan dengan tertib dan aman tanpa ada gejolak yang berarti, hal ini menjadi momentum yang sangat baik dalam demokrasi di NKRI yang mengalami kemajuan dan kedewasaan dalam menerima berbagai perbedaan dalam menyalurkan aspirasinya dalam kerangka Bhinneka Tinggal Ika," katanya.

KSALl dalam amanatnya juga menyampaikan, bahwa dalam pengamanan Pemilu 2019, TNI AL bersama komponen bangsa telah mengerahkan kekuatan yang cukup besar, baik prajurit maupun alutsista yang tergelar di seluruh wilayah Indonesia.

Pengerahan itu, dilakukan dengan profesionalisme dan semangat pengabdian yang tinggi dilandasi Sumpah Prajurit dan Sapta Marga para prajurit TNI AL, sehingga dapat mengemban tugas secara proporsional dan profesional.

Dalam menjaga netralitas, kata dia, para prajurit TNI AL juga dapat membuktikan sikap untuk tidak berpihak pada salah satu golongan atau calon.

Untuk itu, dalam amanatnya KSAL mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada para prajurit yang telah terlibat dalam menjamin keamanan selama pelaksanaan Pilpres dan Pileg.

Namun, memasuki tahap penghitungan suara dan pelantikan presiden dan wakil presiden, KSAL tetap meminta untuk selalu waspada serta menjamin keamanan dan ketertiban, sehingga pelaksanaan demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.

Untuk itu, beberapa hal yang perlu ditekankan kepada seluruh prajurit TNI AL adalah harus menciptakan keamanan dan ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah kerja masing-masing

Selain itu meminta seluruh prajurit TNI AL dan keluarga tidak terpancing berita yang bersifat provokatif dan hoaks yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, serta tetap menjaga netralitas dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Seluruh prajurit TNI AL harus memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Tingkatkan soliditas TNI/Polri untuk bersama menjaga dan mengawal pelaksanaan pesta demokrasi, sehingga berjalan sukses dan lancar," kata KSAL.

Dia juga meminta seluruh prajurit TNI AL dan PNS TNI AL untuk memberikan pemahaman kepada keluarga dalam bermedia sosial dengan tidak memberikan pernyataan dan komentar kepada siapapun, serta tetap menjaga citra dan nama baik TNI, khususnya TNI AL.
 

Ajak petinggi OPM ke NKRI, 10 prajurit TNI naik pangkat luar biasa

Pewarta:
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2019
Penghitungan suara tingkat Kabupaten Penajam 27-30 April Sebelumnya

Penghitungan suara tingkat Kabupaten Penajam 27-30 April

GNKR gelar aksi damai masyarakat di KPU Sumut Selanjutnya

GNKR gelar aksi damai masyarakat di KPU Sumut