PPK Jagakarsa harapkan tambahan kelas

Polisi periksa 41 tersangka ricuh 22 Mei diduga berafiliasi ISIS
Suasana penghitungan suara di Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan (Foto ANTARA/ Citra Maharani Herman)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sudarmo mengatakan bahwa PPK Jagakarsa mengajukan penambahan kelas kepada KPU untuk rekapitulasi suara di Kelurahan Jagakarsa.

"Harusnya dua hari sudah selesai, tetapi dengan hanya empat kelas dan 971 TPS, kami belum rampung," kata Sudarmo yang ditemui di Gelanggang Olahraga Remaja Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin.

Rekapitulasi penghitungan perolehan suara di Kecamatan Jagakarsa terdiri dari enam kelurahan, yakni Kelurahan Ciganjur, Cipedak, Jagakarsa, Lenteng Agung, Srengseng Sawah dan Tanjung Barat. Adapun proses rekapitulasi telah dilaksanakan sejak Jumat (19/4) dengan total pemilih kurang lebih sebanyak 247 ribu pemilih.

Proses rekapitulasi suara memang telah berjalan lebih dari waktu yang ditentukan oleh KPU, yaitu dua hari untuk menyelesaikan proses rekapitulasi suara untuk Presiden dan wakilnya.

"Dikasih waktu dua hari dengan catatan jumlah TPS nya sedikit. Kita kendalanya jumlah TPS per-kelurahan itu banyak sekali, ada 971 TPS terbanyak se-Jakarta Selatan," ujarnya.

Bahkan menurut Sudarmo, untuk Kecamatan Jagakarsa sendiri sejak Jumat, (19/4) belum selesai hingga Senin (22/4), hari ini.

"Baru selesai 141 TPS, dari 217," katanya.

Dengan segala keterbatasan tersebut, Sudarmo berkata akan segera mengajukan penambahan kelas ke KPU atau mengajukan penambahan jam perhitungan suara.

"Satu TPS memakan waktu satu jam, dengan empT kelas memakan waktu 16 jam sehari. Solusinya paling meminta ke KPU untuk menambah kelas atau paling tidak tambahan jam dari jam 9 pagi hingga jam 12 malam," tutup Sudarmo.

Mengobati rindu kepada keluarga dengan video call

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2019
PDIP buka kamar hitung suara Pemilu 2019 Sebelumnya

PDIP buka kamar hitung suara Pemilu 2019

Tanggapan Presiden atas pernyataan BW  soal rezim korup Selanjutnya

Tanggapan Presiden atas pernyataan BW soal rezim korup