counter

Di Kelurahan Kwhano-Jayapura TPS kekurangan surat suara

Tingkat partisipasi Pemilu 2019 tertinggi setelah reformasi
Proses pemilihan di TPS 12 Kelurahan Kwhano, Distrik Abepura (FOTO ANTARA/Musa Abubar)
Namun, kami sempat kaget juga karena sudah habis, dan warga yang datang melebihi jumlah DPT di TPS 12 Kelurahan Kwhano

Jayapura (ANTARA) - Empat tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Kwhano, Distrik Abepura, Kota Jayapura kekurangan surat suara calon presiden dan wakil presiden

Keempat TPS itu masing-masing TPS 10, TPS 12, TPS 13 dan TPS 14, masing-masing di Kelurahan Kwhano, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Ketua KPPS TPS 12 Kelurahan Kwhano, Distrik Abepura, Wempi Yarangga di Jayapura, Rabu mengatakan di TPS nya hanya menerima 195 surat suara calon presiden dan wakil presiden.

Surat suara yang diterima itu, menurut dia, sudah sesuai daftar pemilih tetap (DPT) yakni 190 pemilih, surat suara capres dan cawapres yang diberikan di TPS tersebut pun sesuai, dan sebenarnya ada kelebihan untuk capres dan cawapres.

"Namun, kami sempat kaget juga karena sudah habis, dan warga yang datang melebihi jumlah DPT di TPS 12 Kelurahan Kwhano," katanya.

Ia menjelaskan, meski surat suara calon presiden dan wakil presiden sudah habis, namun warga masih terus berbondong-bondong datang untuk menyalurkan hak suaranya.

"Beberapa bapak-bapak yang datang mengatakan di TPS di mana ia memilih surat suara untuk calon presiden dan wakil presiden habis maka itu ia datang ke sini," katanya.

Wempi mengatakan, sejumlah warga yang berbondong-bondong datang itu dari TPS 14, TPS 13, ada juga yang datang dari TPS 10 , khusus di Kelurahan Kwhano.

Sebagian warga yang datang, kata dia, mereka mengaku karena ingin memilih presiden dan wakil presiden.

Ia mengatakan hampir saja anggota KPPS dan saksi-saksi di TPS 12 tidak mencoblos presiden dan wakil presiden tetapi untung masih bisa mencoblos.

"Kami di sini sebagai pihak penyelenggara di TPS 12 Kelurahan Kwhano menyerahkan keseluruhan teknis pemilu termasuk kekurangan surat suara ini tugas KPU Kota Jayapura," katanya.

Menurut dia, ketika warga datang lalu tidak menyalurkan hak suaranya dirinya merasa kasihan dan juga rugi.

"Suara itu yang utama, suara itu yang bisa memilih seseorang atau yang bisa menentukan kota dan negara lima tahun ke depan," katanya.

"Kalau dia tidak memilih, kita rugi dan dia juga rugi sendiri. Tadi ada beberapa bapak yang menyesal karena dia tidak memilih presiden dan wakil presiden, sangat menyesal dan dia sedih sekali," tambahnya.

Baca juga: Pemilu susulan, TPS 043 Argapura perpanjang waktu pencoblosan

Baca juga: Pemilu yang tertunda di Jayapura berlangsung di 702 TPS

5 Komisioner KPU Palembang divonis 6 bulan penjara

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2019
Enam lembaga survei dilaporkan ke Bareskrim Sebelumnya

Enam lembaga survei dilaporkan ke Bareskrim

Gubernur menerima dokumen caleg terpilih DPRD Sulsel Selanjutnya

Gubernur menerima dokumen caleg terpilih DPRD Sulsel