Gubernur Zulkieflimansyah ajak warga NTB gunakan hak pilih

Dedi Mulyadi  menanggung biaya pendidikan anak petugas KPPS meninggal
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkieflimansyah. (ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah mengajak masyarakat di provinsi itu untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya di pemilu serentak 17 April 2019.

"Kepada seluruh masyarakat NTB agar dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan, keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat, demi keutuhan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mari kita bersama-sama menyalurkan hak suara di Pemilu 2019," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, momentum pemilu sudah sangat dekat dan tinggal menghitung hari, maka yang sangat diperlukan adalah kesadaran dan pemahaman yang lebih baik bagi warga masyarakat, dalam kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya agar masyarakat berpartisipasi aktif menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.

"Situasi yang aman dan kondusif ini juga sangat diperlukan, terutama dalam menyukseskan pemilu serentak 2019. Pilihan atau dukungan masyarakat khususnya terhadap para calon presiden dan wakil presiden nantinya pasti ada yang berbeda," ucap Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Menurut Doktor Zul, pesta demokrasi harus sukses, maka salurkan hak suara dengan sebaik-baiknya, jangan sampai menjadi golput, karena suksesnya pemilu legislatif (Pileg) dan pilpres akan menentukan nasib bangsa dan negara lima tahun ke depan.

Untuk itu, ia mengajak semua masyarakat NTB untuk berpartisipasi aktif dalam karena Pileg dan Pilpres merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan NKRI yang berdasarkan Pancasila sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

"Pemilu harus dilaksanakan secara lebih berkualitas dengan partisipasi rakyat seluas-luasnya, atas dasar prinsip demokrasi, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan beradab," tegas Gubernur NTB.

"Karenanya, marilah pemilu ini kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salurkanlah aspirasi dan pilihan kita masing-masing. Jangan sampai ada yang menjadi golput," sambungnya.

Selain itu, Gubernur NTB juga tak lupa mengingatkan bagi para pendukung masing-masing capres dan cawapres agar dapat menyikapi hasil pilpres dengan bijaksana karena kalah atau menang dalam pemilu merupakan hal biasa, hal ini sekaligus merupakan pembelajaran kedewasaan masyarakat dalam berpolitik dan berdemokrasi.

"Semoga dengan sukses pilpres, kita nanti akan memiliki presiden dan wakil presiden yang berkualitas sesuai dengan keinginan atau aspirasi masyarakat yakni amanah dan mampu membawa bangsa dan negara ini pada perubahan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin mengatakan menyikapi pemilu Gubernur NTB sudah mengeluarkan surat edaran. Surat edaran yang ditandatangani Gubernur NTB itu tertanggal 28 Februari 2019, memuat sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk kelancaran pesta demokrasi lima tahunan itu.

Surat edaran gubernur itu dikeluarkan dalam rangka menciptakan suasana semarak dan gembira di tengah masyarakat dalam pelaksanaan pesta demokrasi 2019. Sekaligus mengupayakan ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

"Surat itu ditujukan kepada bupati/walikota se-NTB, camat, kepala desa/lurah, kepala dusun/lingkungan, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, ketua LSM, Pimpinan Ponpes di seluruh wilayah di NTB," jelasnya.

Ia juga menjelaskan, surat itu untuk mengingatkan seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan ukhuwah, persaudaraan dan kekeluargaan dalam masyarakat dengan prinsip "Pilihan Politik Boleh Beda, Tapi Silaturrahmi Tetap Terjaga".

Selain itu lanjutnya, Gubernur meminta masyarakat untuk menciptakan suasana harmonis dan dinamis. Ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi agar terwujud pelaksanaan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

"Gubernur meminta seluruh pihak untuk mendorong dan memotivasi masyarakat agar secara swadaya dapat menciptakan suasana gembira. Yaitu dengan menghias TPS, menampilkan berbagai atraksi kesenian daerah, kegiatan olahraga rekreatif dan hal-hal lain yang dapat membuat pelaksanaan Pemilu menjadi meriah. Sekaligus memberi hiburan kepada masyarakat," kata Najamuddin.
Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019
Kapal pengangkut Logistik KPU Kepulauan Seribu terhalang hujan badai Sebelumnya

Kapal pengangkut Logistik KPU Kepulauan Seribu terhalang hujan badai

Caleg milenial banyak berpeluang lolos ke DPRD Palembang Selanjutnya

Caleg milenial banyak berpeluang lolos ke DPRD Palembang